Pasar Kripto Tertekan, Harapan Pengesahan RUU Bitcoin AS Memudar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) terus melemah di tengah meningkatnya persepsi bahwa pasar kripto telah resmi memasuki fase bear market. Tekanan harga ini terjadi bersamaan dengan meredupnya narasi besar terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Bitcoin, serta wacana pembentukan Strategic Bitcoin Reserve di Amerika Serikat.
Efek psikologis dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump mengenai pembentukan “Strategic Bitcoin Reserve” yang diumumkan pada Maret 2025 mulai kehilangan daya dorong. Hingga kini, pasar belum melihat adanya tindak lanjut konkret yang dapat memberikan kepastian kebijakan maupun sentimen positif jangka menengah.
Pengamat kripto dan kebijakan aset digital Vinsensius Sitepu menilai bahwa kondisi ini menunjukkan urgensi bagi Amerika Serikat untuk segera mengesahkan Undang-Undang Bitcoin. Menurutnya, kepastian regulasi diperlukan agar arah kebijakan tidak berhenti pada wacana semata.
“Tanpa pengesahan undang-undang, narasi Strategic Bitcoin Reserve berisiko hanya menjadi efek psikologis jangka pendek. Pasar membutuhkan kejelasan arah, bukan sekadar sinyal,” ujar Vinsensius dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga
Ia menambahkan, kerangka regulasi Bitcoin di Amerika Serikat berpotensi menjadi acuan global dan diadopsi oleh negara-negara anggota G20. Namun, regulasi tersebut dinilai harus berjalan paralel dengan penguatan use case Bitcoin di sektor riil.
Salah satu penggunaan yang dinilai krusial adalah pemanfaatan Lightning Network sebagai alternatif sistem remitansi lintas negara yang lebih cepat dan efisien.
“Keberlanjutan dan legitimasi Bitcoin pada akhirnya ditentukan oleh kekuatan use case-nya, bukan semata oleh pergerakan harga yang spekulatif,” katanya.
Baca Juga
Harga Kripto Rungkad Terdalam Sejak FTX 2022, Analis Sarankan Lakukan Hal Ini
Pergerakan Harga
Data pergerakan harga aset kripto menunjukkan bahwa tekanan pelemahan masih mendominasi dalam sepekan terakhir, meskipun terjadi pergerakan teknikal jangka pendek.
Menilik data CoinMarketCap 20 Index DTF, indeks kripto utama tercatat turun 11,29% dalam tujuh hari, menandakan koreksi masih bersifat luas dan belum terbatas pada aset tertentu. Bitcoin (BTC) sebagai aset acuan juga masih berada dalam tren negatif dengan penurunan 10,86% secara mingguan, meski secara harian sempat mencatat kenaikan terbatas.
Tekanan serupa terlihat pada Ethereum (ETH) yang melemah 13,17% dalam sepekan, sementara XRP terkoreksi 13,30% dan BNB bahkan mencatat penurunan lebih dalam sebesar 17,50% dalam periode tujuh hari. Solana (SOL) juga belum lepas dari tekanan dengan koreksi 16,67% secara mingguan.
Sementara itu, aset kripto berbasis stablecoin seperti USDT dan USDC relatif stabil dengan fluktuasi sangat terbatas, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar yang memilih parkir likuiditas di aset berisiko rendah di tengah ketidakpastian arah pasar.
Secara keseluruhan, data ini mengonfirmasi bahwa pasar kripto masih berada dalam fase pelemahan mingguan, meskipun terdapat rebound jangka pendek dalam satu hari terakhir. Kondisi tersebut mengindikasikan sentimen pasar yang masih rapuh dan minim katalis fundamental kuat untuk membalikkan tren dalam waktu dekat.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

