Wall Street Melonjak Setelah The Fed Pangkas suku Bunga, Dow Terbang Hampir 500 Poin
Poin Penting
| ● | Dow melonjak hampir 500 poin setelah The Fed kembali memangkas suku bunga. |
| ● | The Fed mulai kembali memperluas neraca melalui pembelian obligasi jangka pendek. |
| ● | Powell menepis kemungkinan kenaikan suku bunga, memicu reli ekuitas. |
| ● | Pasar memproyeksikan lebih banyak pemangkasan suku bunga daripada proyeksi resmi The Fed. |
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (11/12/2025) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak setelah Federal Reserve kembali memangkas suku bunga dan investor berspekulasi bahwa pelonggaran moneter akan berlanjut tahun depan.
Baca Juga
Sinyal Kuat Pemangkasan Bunga Fed Dongkrak Wall Street, Dow Melesat 400 Poin
Indeks Dow menguat 497,46 poin atau 1,1% ke 48.057,75. S&P 500 naik 0,7% dan sempat menembus rekor penutupan sebelumnya di 6.890,89 sebelum akhirnya ditutup di 6.886,68. Nasdaq Composite menguat 0,3% ke 23.654,16.
The Fed menyetujui pemangkasan suku bunga seperempat poin pada akhir pertemuan kebijakan dua hari, menandai pemotongan ketiga berturut-turut dan membawa suku bunga acuan ke kisaran 3,5%–3,75%.
Baca Juga
The Fed Pangkas Bunga Acuan 25 Bps, Isyaratkan Kehati-hatian pada 2026
Beberapa aspek dari pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell dinilai sangat positif oleh pasar:
• The Fed mengumumkan akan mulai membeli obligasi jangka pendek, sehingga neraca bank sentral kembali berkembang. Imbal hasil Treasury jangka pendek langsung turun.
• Bank sentral menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja dan menghapus frasa bahwa tingkat pengangguran “tetap rendah”, memberi sinyal fokus kini bergeser dari inflasi ke dukungan pertumbuhan.
• Powell menegaskan peluang kenaikan suku bunga sangat kecil. “Saya tidak melihat kenaikan suku bunga menjadi skenario dasar siapa pun saat ini,” ujarnya.
• Meski The Fed memproyeksikan hanya satu pemangkasan suku bunga pada 2026, pasar berkeyakinan lebih agresif. FedWatch CME menunjukkan peluang lebih dari 77% untuk dua pemangkasan tambahan tahun depan.
José Torres, ekonom senior Interactive Brokers, mengatakan bahwa keputusan memperluas neraca dan proyeksi pertumbuhan yang lebih kuat telah memicu reaksi bullish di saham maupun obligasi. “Ini menjadi bahan bakar bagi reli akhir tahun,” ujarnya, seperti dikutip CNBC
Dengan keputusan ini, banyak pelaku pasar memperkirakan S&P 500 berpotensi menembus level 7.000 dalam beberapa pekan mendatang.

