The Fed Pangkas Bunga Acuan 25 Bps, Isyaratkan Kehati-hatian pada 2026
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Federal Reserve kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu waktu AS atau Kamis (11/12/2025) WIB, menempatkannya dalam kisaran 3,5%–3,75%. Keputusan yang sesuai ekspektasi ini mencerminkan perpecahan internal yang signifikan dan masa depan kebijakan yang lebih berhati-hati.
Baca Juga
Risalah FOMC: Pejabat The Fed Terpecah soal Pemangkasan FFR Desember
Keputusan tersebut disertai tiga suara penolakan—jumlah terbanyak sejak September 2019. Gubernur Stephen Miran menginginkan pemangkasan lebih agresif sebesar 50 bps, sementara dua presiden regional, Jeffrey Schmid dan Austan Goolsbee, ingin menahan suku bunga tetap stabil. Ini merupakan penolakan ketiga berturut-turut dari Miran, yang akan meninggalkan The Fed pada Januari.
Pernyataan resmi The Fed kembali menggunakan narasi yang pernah muncul pada Desember 2024, menandakan kecenderungan jeda pemangkasan setelah ini. Pada 2024, penggunaan bahasa serupa mendahului jeda panjang hingga pemangkasan kembali dilakukan pada September 2025.
"Kami berada dalam posisi nyaman untuk 'wait and see' melihat perkembangan ekonomi," kata Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers, seperti dikutip CNBC.Saham AS menguat setelah keputusan tersebut, dan imbal hasil obligasi bergerak turun.
Dot Plot
Dot plot terbaru menunjukkan hanya satu pemangkasan suku bunga pada 2026 dan satu lagi pada 2027 sebelum mencapai target jangka panjang 3%. Proyeksi ini tidak berubah dari pembaruan September, meskipun menunjukkan perbedaan pandangan yang kuat di antara pejabat The Fed.
Selain tiga suara penolakan resmi, empat peserta non-voting juga mencatatkan “soft dissent”, sementara tujuh pejabat menginginkan tidak ada pemangkasan tahun depan.
Baca Juga
Perpecahan di The Fed Makin Terlihat, Williams Isyaratkan Pemangkasan Bunga Acuan
The Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB 2026 menjadi 2,3% dan memperkirakan inflasi tetap di atas target 2% hingga 2028. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan berada di 2,8% pada September.
Dalam langkah tambahan, bank sentral mengumumkan akan kembali membeli surat utang pemerintah, dimulai dengan pembelian US$40 miliar Treasury bills mulai Jumat, guna meredakan tekanan di pasar pendanaan jangka pendek.
Keputusan ini dibuat saat Powell mendekati akhir masa jabatan keduanya sebagai ketua, dengan hanya tiga rapat tersisa sebelum Presiden Donald Trump menunjuk penggantinya. Bursa prediksi menunjukkan Kevin Hassett sebagai kandidat terkuat dengan peluang 72%.
The Fed juga beroperasi dengan data ekonomi yang terbatas akibat penutupan pemerintahan selama enam minggu, yang membuat banyak data tertunda atau tidak tersedia. Data yang ada menunjukkan pasar tenaga kerja lemah, sementara data tidak resmi mengisyaratkan potensi PHK besar dengan pengumuman pemutusan kerja mencapai lebih dari 1,1 juta hingga November.

