Ekspektasi Pemangkasan Bunga Fed Angkat Wall Street, Dow Melesat Hampir 500 Poin
Poin Penting
- Komentar dovish John Williams mengangkat ekspektasi pemangkasan suku bunga, memicu rebound Dow +493 poin.
- Peluang pemotongan suku bunga Desember kini >70% menurut CME FedWatch.
- Saham sensitif suku bunga memimpin penguatan, sementara kekhawatiran valuasi teknologi tetap membayangi.
- Meski rebound, seluruh indeks utama AS masih membukukan penurunan mingguan yang dalam.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Jumat waktu AS atau Sabtu (22/11/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average melesat setelah Presiden Federal Reserve New York John Williams mengisyaratkan kemungkinan bank sentral kembali memangkas suku bunga tahun ini. Indeks blue-chip tersebut naik 493,15 poin, atau 1,08%, menjadi 46.245,41. Nasdaq Composite menguat 0,88% ke 22.273,08, sedangkan S&P 500 ditutup naik 0,98% di 6.602,99.
“Saya melihat kebijakan moneter saat ini sedikit restriktif, meskipun lebih longgar dibandingkan sebelum langkah-langkah terbaru,” kata Williams dalam pidato di Santiago, Cile. Karena itu, ia masih melihat ruang untuk penyesuaian lebih lanjut dalam waktu dekat, sehingga kebijakan bergerak mendekati tingkat netral dan menjaga keseimbangan dalam mencapai dua mandat utama The Fed.
Baca Juga
Perpecahan di The Fed Makin Terlihat, Williams Isyaratkan Pemangkasan Bunga Acuan
Komentar Williams ini memberikan sinyal kuat kepada investor bahwa pimpinan The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan Desember mendatang. Hal ini membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya di 2025.
Kontrak Fed funds futures kini memperhitungkan peluang lebih dari 70% untuk pemangkasan 25 bps, melonjak dari di bawah 40% sehari sebelumnya, menurut CME FedWatch.
Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga — seperti Home Depot, Starbucks, dan McDonald’s — memimpin penguatan pasar. Investor berharap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat menghidupkan kembali ekonomi yang lesu dan menopang valuasi saham-saham teknologi.
“Kami memang berpikir seharusnya ada pemangkasan,” ujar Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors, kepada CNBC. Tapi, kata dia, hal itu akan bergantung pada laporan ketenagakerjaan berikutnya. Datanya harus sangat lemah untuk meyakinkan pasar.
Wall Street sebelumnya mengalami pembalikan pasar drastis pada sesi Kamis. Dow sempat naik lebih dari 700 poin setelah laporan laba Nvidia yang kuat, namun indeks utama — termasuk S&P 500 dan Nasdaq — berakhir merosot tajam ketika reli Nvidia memudar dan kekhawatiran bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga pada Desember meningkat. Saham Nvidia berakhir turun lebih dari 3%.
Baca Juga
Wall Street Ambruk setelah Saham Nvidia Berbalik Arah, Nasdaq Ambles, Dow Anjlok Hampir 400 Poin
Meski menguat pada Jumat, ketiga indeks besar AS tetap mencatat penurunan signifikan dalam sepekan: S&P 500 turun 2%, Dow melemah sekitar 2%, dan Nasdaq anjlok 2,7%.
Hatfield mengatakan tekanan pasar belakangan ini merupakan ‘penyesuaian valuasi’ pasca-earnings yang normal dan musiman. “Bagian pasar yang paling bubble sedang dihancurkan,” tambahnya. Termasuk bitcoin, yang turun lebih dari 2% pada Jumat dan mencatat penurunan hampir 11% dalam sepekan — level terendah sejak April seiring investor mengurangi selera risiko. Pertanyaan besarnya, menurut Hatfield, adalah ‘di mana pasar akan menemukan titik terendah’.

