Data Inflasi Dongkrak Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Dow Terbang Hampir 500 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melonjak pada Selasa waktu AS atau Rabu (13/8/2025). Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama menutup perdagangan di level rekor baru, setelah laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Laporan inflasi ini meningkatkan kemungkinan Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan.
Indeks S&P 500 yang bersifat luas naik 1,13% menjadi 6.445,76, sementara Nasdaq yang sarat saham teknologi menguat 1,39% menjadi 21.681,90. Dow Jones Industrial Average bertambah 483,52 poin atau 1,10% menjadi 44.458,61.
Baca Juga
Rilis data inflasi terbaru memberi keyakinan kepada investor, yang sebelumnya khawatir kebijakan tarif impor luas Presiden Donald Trump akan memicu lonjakan harga di ekonomi AS. Indeks harga konsumen (CPI) naik 2,7% secara tahunan pada Juli, lebih rendah dari estimasi Dow Jones sebesar 2,8%. Sementara itu, CPI inti—yang tidak memasukkan harga pangan dan energi yang volatil—naik 3,1% dari tahun sebelumnya, sedikit di atas perkiraan 3%.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga melonjak setelah laporan tersebut dirilis. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 94% pemangkasan suku bunga bulan depan, naik dari 85% sebelum data dirilis. Taruhan pada pemangkasan suku bunga di Oktober dan Desember juga meningkat.
“Sekarang kondisinya mirip ‘Goldilocks’ untuk pasar saham,” ujar Tom Hainlin, National Investment Strategist di U.S. Bank Asset Management Group, seperti dikutip CNBC. Semakin banyak yang yakin akan ada pemangkasan suku bunga di September. Suku bunga cenderung turun, laba perusahaan cenderung naik. “Lingkungan seperti ini cukup ideal untuk pasar saham secara luas,” tambahnya.
Saham berkapitalisasi kecil, yang dinilai paling diuntungkan dari turunnya biaya pinjaman jangka pendek, memimpin reli dengan kenaikan indeks Russell 2000 hampir tiga kali lipat dari kenaikan S&P 500.
Pergerakan Selasa terjadi di tengah pelaku pasar yang mencermati perkembangan terbaru di front tarif. Presiden Trump pada Senin menyatakan akan memperpanjang jeda 90 hari atas kenaikan tarif barang-barang asal Tiongkok.
Baca Juga
Pejabat The Fed Michelle Bowman Dorong Tiga Kali Pemangkasan Suku Bunga 2025
Wall Street juga akan menunggu laporan indeks harga produsen (PPI) pada Kamis untuk melihat gambaran inflasi di tingkat grosir. Kedua laporan ini hadir menjelang simposium tahunan The Fed di Jackson Hole akhir Agustus, sebelum pertemuan kebijakan moneter September.

