Sinyal Kuat Pemangkasan Bunga Fed Dongkrak Wall Street, Dow Melesat 400 Poin
Poin Penting
• Data ADP yang menunjukkan penurunan payroll 32.000 mendorong kenaikan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
• Dow melonjak lebih dari 400 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq juga menguat.
• Saham teknologi melemah, dipimpin Microsoft, Nvidia, Broadcom, dan Micron.
• Sektor retail dan crypto mencatat penguatan signifikan, termasuk Marvell dan American Eagle Outfitters, serta bitcoin.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (4/12/2025). Data tenaga kerja terbaru dari ADP memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pekan depan.
Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 408,44 poin atau 0,86% menjadi 47.882,90. S&P 500 naik 0,30% ke 6.849,72, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,17% menjadi 23.454,09.
Baca Juga
ADP: Perekrutan Swasta AS Merosot, PHK Massal Terjadi di Bisnis Skala Kecil
ADP melaporkan bahwa payroll sektor swasta secara mengejutkan turun 32.000 pada November. Ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan kenaikan 40.000. Meski datanya buruk, investor justru bertaruh bahwa pelemahan lapangan kerja swasta akan mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga dalam pertemuan terakhir tahun ini pada 10 Desember.
“Pasar tenaga kerja akan menjadi fokus semua orang. Angka apa pun yang masuk akan menentukan apakah ada pemangkasan atau tidak, tetapi saya menduga sudah pasti akan ada pemangkasan pekan depan,” beber Scott Welch, CIO Certuity, kepada CNBC.
Pasar memperkirakan peluang 89% pemangkasan pada Rabu depan, jauh lebih tinggi dari pertengahan November, menurut CME FedWatch.
Investor menilai suku bunga yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan kredit dan menyegarkan ekonomi AS, sehingga saham-saham keuangan seperti Wells Fargo dan American Express menguat pada hari itu.
Baca Juga
Perpecahan di The Fed Makin Terlihat, Williams Isyaratkan Pemangkasan Bunga Acuan
“Pasar sangat bergantung pada The Fed, dan jika mereka tidak memangkas, hasilnya tidak akan baik,” ujar Welch.
Di sisi lain, data sektor jasa AS terbaru menunjukkan perekonomian masih stabil dengan hasil sedikit lebih baik dari ekspektasi.
Microsoft Melemah
Saham Microsoft menjadi titik lemah di pasar, turun 2,5% setelah laporan The Information menyebut perusahaan akan menurunkan kuota penjualan terkait produk kecerdasan buatan. Saham kemudian memangkas penurunan setelah Microsoft membantah kabar tersebut.
Saham perusahaan terkait AI lainnya—termasuk Nvidia dan Broadcom—turun mengikuti pelemahan Microsoft. Micron Technology juga tertekan, melemah lebih dari 2%.
Menurut Welch, pasar mulai memisahkan siapa pemenang dan siapa pecundang. Semua saling berinvestasi, namun pasar belum melihat hasilnya.
“Kita berada pada awal perubahan struktural besar, dan salah satu hal yang kami perhatikan adalah seberapa besar utang yang diambil perusahaan untuk membiayai pusat data mereka,” lanjutnya.
Di sisi lain, bitcoin terus menguat, diperdagangkan di atas US$93.000, setelah mencatat hari terburuk sejak Maret pada Senin. Saham Marvell Technology melonjak hampir 8% berkat proyeksi pertumbuhan pusat data. American Eagle Outfitters juga mencuri perhatian dengan kenaikan sekitar 15% setelah menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh, menyebut musim belanja akhir tahun dimulai dengan kuat.

