Wall Street Ambruk setelah Saham Nvidia Berbalik Arah, Nasdaq Ambles, Dow Anjlok Hampir 400 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ambruk pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (21/11/2025) WIB. Saham-saham rontok setelah sempat menguat sebelumnya berkat hasil dan panduan spektakuler dari Nvidia. Investor juga kehilangan harapan terkait pemangkasan suku bunga Fed Desember.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 386,51 poin, atau 0,84%, menjadi 45.752,26 setelah sempat menguat lebih dari 700 poin di level tertinggi sesi. S&P 500 melemah 1,56% menjadi 6.538,76, meski sebelumnya sempat naik hingga 1,9%. Nasdaq Composite merosot 2,16% menjadi 22.078,05, padahal sempat menguat 2,6% di tengah sesi.
Baca Juga
Pembalikan tajam saham Nvidia menyeret pasar lebih luas ke zona merah. Saham sempat naik hingga 5% setelah raksasa chip itu merilis kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi dan proyeksi penjualan kuartal IV yang optimistis. Namun saham akhirnya ditutup turun 3%, meskipun CEO Jensen Huang meyakinkan bahwa permintaan untuk chip Blackwell generasi terbaru “sangat luar biasa” serta menolak anggapan adanya gelembung AI.
Namun kekhawatiran terhadap valuasi saham AI kembali mencuat, ditambah kekhawatiran dampak terhadap sektor ini jika The Fed tidak melanjutkan pemangkasan suku bunga. Oracle dan AMD menjadi deretan saham AI pertama yang berbalik melemah, disusul Nvidia.
Tekanan jual semakin bertambah setelah laporan pekerjaan September — yang tertunda akibat shutdown — menunjukkan penciptaan 119.000 pekerjaan, lebih banyak dari perkiraan ekonom. Setelah data dirilis, probabilitas pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi di bawah 40% menurut fed funds futures — suatu sentimen negatif bagi investor yang berspekulasi atas suku bunga lebih rendah.
Baca Juga
Risalah FOMC: Pejabat The Fed Terpecah soal Pemangkasan FFR Desember
“Euforia Nvidia dipadamkan oleh menurunnya peluang pemangkasan suku bunga Desember,” ujar Jeff Kilburg dari KKM Financial. Pasar sebelumnya memperkirakan pemotongan Desember, namun narasinya tampaknya telah berubah.
Pembalikan pada Kamis memperpanjang pelemahan bulanan sektor AI dan pasar secara keseluruhan, seiring investor melakukan profit-taking setelah reli besar sepanjang tahun. Nvidia berada di jalur mengakhiri November turun hampir 11%, menuju performa bulanan terburuk sejak Maret.
Saham Walmart berhasil mempertahankan kenaikan, melonjak sekitar 6% pada Kamis setelah mencatat penjualan dan pendapatan kuartal fiskal ketiga yang melampaui perkiraan, sebagian berkat pertumbuhan bisnis e-commerce. Kenaikan Walmart — yang dipandang sebagai saham defensif — turut mencerminkan rotasi investor dari saham teknologi ber-valuasi tinggi ke saham yang lebih defensif.
“Butuh waktu bagi pasar untuk mencerna posisi yang ingin diambil terkait perdagangan growth versus value dan antara aset berisiko versus defensif,” ujar Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments, kepada CNBC.

