Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus US$ 4.133 per Troy Ounce, Sentimen Politik AS Jadi Penentu
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia diproyeksikan bergerak dalam rentang US$ 3.837 - US$ 4.133 per troy ounce, sedangkan harga logam mulia domestik diperkirakan berada di kisaran Rp 2.200.000 - Rp 2.390.000 per gram seiring meningkatnya ketidakpastian politik di AS dan tensi perdagangan global.
“Untuk harga emas dunia, range-nya dalam satu minggu, US$ 3.837 - US$ 4.133 per troy ounce,” kata pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, Minggu (9/11/2025).
Menurut Ibrahim, faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga emas adalah kondisi politik di AS, khususnya terkait pembahasan rancangan undang-undang (RUU) pendanaan pemerintahan yang belum disepakati Partai Republik dan Partai Demokrat.
Baca Juga
Logam Mulia Menguat, Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Naik
Akibat kebuntuan politik tersebut, kata Ibrahim, pemerintahan federal AS sudah enam minggu tidak beroperasi, menjadi yang terlama sepanjang sejarah. Sekitar 750 ribu pegawai federal belum menerima gaji, memicu penurunan daya beli dan memperlemah data tenaga kerja.
Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, situasi tersebut memperbesar peluang Bank Sentral AS, The Fed, untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Desember 2025, guna menopang pertumbuhan ekonomi.
Dia menjelaskan, dengan tingginya ketidakpastian global, investor cenderung mengalihkan asetnya dari saham ke komoditas aman seperti emas.
Baca Juga
“Banyak sekali saham di Amerika berguguran, terutama saham berbasis teknologi dan komoditas. Nah, ini yang membuat kecenderungan bahwa orang akan kembali ke emas sebagai lindung nilai,” tegas dia.
Dia menambahkan, ketegangan antara AS dan China juga menjadi faktor pendorong penguatan harga emas. Data ekspor China pekan lalu menunjukkan penurunan signifikan, menandakan pelemahan permintaan global akibat tarif tinggi dari AS.
“Selain itu, rencana pemerintah AS memblokir Nvidia untuk mengekspor chip kecerdasan buatan ke China turut memperburuk tensi dagang,” tutur dia.
Selain faktor ekonomi dan politik AS, menurut Ibrahim Assuaibi, konflik Rusia-Ukraina turut memperkuat harga emas dunia. Berdasarkan data terbaru, 1.200 prajurit Ukraina tewas akibat serangan udara Rusia di wilayah Donbas.
“Rusia terus melebarkan wilayahnya, sementara Ukraina menyasar serangan terhadap kilang minyak dan gas alam Rusia. Ini yang membuat harga emas dunia melonjak,” ucap dia.
Menurut Ibrahim, kondisi tersebut mendorong bank sentral global melakukan akumulasi emas sebagai cadangan nilai.
Baca Juga
Harga Emas Dunia Naik Sentuh US$ 3.989 per Ons di Tengah Ketidakpastian AS
“Ketika harga emas dunia turun, logam mulia turun, ini dimanfaatkan oleh bank sentral untuk kembali memupuk emas. Permintaannya banyak, barangnya sedikit, ini yang membuat harga logam mulia kembali naik,” papar dia.
Dengan berbagai faktor global yang masih menekan pasar, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia masih berpotensi menguat sepanjang pekan depan.
“Permintaan emas akan terus meningkat karena investor mencari aset aman di tengah ketidakpastian politik AS, perang dagang, dan ketegangan geopolitik,” tutur dia.

