Dolar AS 'Drop', Emas Antam (ANTM) Makin 'Kinclong'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Jumat (7/11/2025) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,296 juta atau naik Rp 17.000 dari Kamis (6/11/2025) Rp 2,287 juta per gram didorong pelemahan dolar AS dan ketidakpastian politik kebijakan di Amerika Serikat (AS).
Sentimen investor kembali berpihak pada logam mulia setelah meningkatnya kekhawatiran potensi penutupan Pemerintahan AS yang berkepanjangan dan perdebatan hukum atas kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Adapun harga emas Antam tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya berada di level Rp 2,487 juta per gram yang dicetak pada Selasa 21 Oktober 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,161 juta atau naik Rp 9.000 dari sebelumnya Rp 2,152 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas dunia yang menguat tipis pada Kamis (6/11/2025). Harga emas spot tercatat naik 0,2% menjadi US$ 3.989,91 per ons pada pukul 13.40 waktu Timur (18.40 GMT). Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup relatif stabil di US$ 3.991 per ons.
Baca Juga
Dolar AS melemah 0,3% setelah sempat mencapai level tertinggi 4 bulan pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing lainnya. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 1,3%, memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Emas selama ini dikenal sebagai aset yang cenderung menguat di masa ketidakpastian. Logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil, tetapi menjadi pilihan menarik ketika suku bunga rendah atau melemah.
The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuannya untuk kedua kalinya pada pekan lalu, dan pasar kini memperkirakan peluang 67% terjadinya pemangkasan lagi pada Desember mendatang. Kebijakan moneter yang lebih longgar meningkatkan daya tarik emas karena menekan imbal hasil instrumen berbasis bunga.
Selain itu, beberapa pejabat The Fed dijadwalkan memberikan pernyataan pada akhir pekan ini. Pernyataan mereka diperkirakan menjadi petunjuk penting terkait arah kebijakan moneter berikutnya.
Sementara itu, laporan dari ADP Research Institute menunjukkan bahwa perusahaan swasta AS menambah 42.000 lapangan kerja pada Oktober 2025. Angka tersebut melampaui perkiraan konsensus Reuters sebesar 28.000 pekerjaan, menandakan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid meskipun kondisi ekonomi global tengah bergejolak.
Baca Juga
Catat Rekor di Oktober, Harga Emas 2025 Berpotensi Jadi Tahun Terkuat Sejak 1979
Namun, analis menilai, penguatan di pasar tenaga kerja tidak serta-merta menekan harga emas. Pasalnya, investor masih cenderung mencari perlindungan dari potensi ketidakpastian politik dan kebijakan ekonomi AS yang belum mereda.
Dengan meningkatnya minat terhadap emas dan kebijakan moneter yang cenderung akomodatif, banyak analis memperkirakan logam mulia tersebut akan tetap menjadi salah satu aset paling menarik hingga akhir tahun 2025.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,198 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,296 juta
- Emas 2 gram: Rp 4,532 juta
- Emas 3 gram: Rp 6,773 juta
- Emas 5 gram: Rp 11,255 juta
- Emas 10 gram: Rp 22,455 juta
- Emas 25 gram: Rp 56,012 juta
- Emas 50 gram: Rp 111,945 juta
- Emas 100 gram: Rp 223,812 juta
- Emas 250 gram: Rp 559,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,118,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,236,600 miliar.

