Harga Emas Dunia Naik Sentuh US$ 3.989 per Ons di Tengah Ketidakpastian AS
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia menguat tipis pada Kamis (6/11/2025), didorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian politik dan kebijakan di Amerika Serikat (AS). Sentimen investor kembali berpihak pada logam mulia setelah meningkatnya kekhawatiran soal potensi penutupan Pemerintahan AS yang berkepanjangan dan perdebatan hukum atas kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Harga emas spot tercatat naik 0,2% menjadi US$ 3.989,91 per ons pada pukul 13.40 waktu Timur (18.40 GMT). Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup relatif stabil di US$ 3.991 per ons.
Dolar AS melemah 0,3% setelah sempat mencapai level tertinggi 4 bulan pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing lainnya. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 1,3%, memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, Peter Grant, menyebut bahwa momentum penguatan emas kali ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global.
Baca Juga
Emiten Bursa Produsen Makanan Ringan Ini Bikin Kemasan baru dan Maskot Lucu
“Kita melihat kebangkitan kembali minat terhadap aset safe haven. Emas berada di jalur yang cukup baik untuk menutup tahun ini. Saya rasa target akhir tahun di kisaran US$ 4.300 hingga US$ 4.400 per ons tampaknya masuk akal,” ujar Grant dilansir CNBC.
Emas selama ini dikenal sebagai aset yang cenderung menguat di masa ketidakpastian. Logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil, tetapi menjadi pilihan menarik ketika suku bunga rendah atau melemah.
The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuannya untuk kedua kalinya pada pekan lalu, dan pasar kini memperkirakan peluang 67% terjadinya pemangkasan lagi pada Desember mendatang. Kebijakan moneter yang lebih longgar meningkatkan daya tarik emas karena menekan imbal hasil instrumen berbasis bunga.
Selain itu, beberapa pejabat The Fed dijadwalkan memberikan pernyataan pada akhir pekan ini. Pernyataan mereka diperkirakan menjadi petunjuk penting terkait arah kebijakan moneter berikutnya.
Sentimen Pasar Tenaga Kerja
Sementara itu, laporan dari ADP Research Institute menunjukkan bahwa perusahaan swasta AS menambah 42.000 lapangan kerja pada Oktober 2025. Angka tersebut melampaui perkiraan konsensus Reuters sebesar 28.000 pekerjaan, menandakan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid meskipun kondisi ekonomi global tengah bergejolak.
Namun, analis menilai, penguatan di pasar tenaga kerja tidak serta-merta menekan harga emas. Pasalnya, investor masih cenderung mencari perlindungan dari potensi ketidakpastian politik dan kebijakan ekonomi AS yang belum mereda.
Baca Juga
Harga Emas Dunia Naik 1,2% di Tengah Kekhawatiran Pasar Saham
Dalam catatan risetnya, SP Angel, lembaga riset logam asal Inggris, menilai bahwa fundamental emas tetap kuat dalam jangka menengah karena dukungan permintaan dari bank sentral dunia.
“Akan mengejutkan jika harga emas bertahan lama di kisaran US$ 4.000 per ons. Pembelian oleh bank sentral tetap menjadi pendorong positif utama ke depan,” tulis SP Angel dalam laporannya.
Dengan meningkatnya minat terhadap emas dan kebijakan moneter yang cenderung akomodatif, banyak analis memperkirakan logam mulia tersebut akan tetap menjadi salah satu aset paling menarik hingga akhir tahun 2025.

