Optimisme Pertemuan Trump-Xi Dongkrak Pasar AS, Indeks Utama Wall Street Melesat Ditopang Saham Teknologi
Poin Penting
- Indeks S&P 500 naik 0,58%, Nasdaq unggul berkat saham Nvidia, Broadcom, dan Amazon.
- Optimisme meningkat setelah Trump dijadwalkan bertemu Xi Jinping di Korea Selatan.
- Saham Honeywell dan American Airlines melonjak usai laporan keuangan positif.
- Investor menanti data inflasi dan keputusan suku bunga The Fed akhir Oktober.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS bangkit pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (24/10/2025) WIB. Ketiga indeks utama Wall Street kompak menguat didorong optimisme pertemuan Presiden AS dan China. Saham-saham teknologi melesat karena investor melakukan pembelian setelah serangkaian laporan keuangan yang kuat.
Baca Juga
Ketegangan Dagang AS–China Seret Wall Street ke Zona Merah , Dow Anjlok Lebih dari 300 Poin
Indeks S&P 500 melaju 0,58% dan ditutup pada 6.738,44, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 144,20 poin atau 0,31% menjadi 46.734,61. Nasdaq Composite mencatat kinerja terbaik, melonjak 0,89% menjadi 22.941,80, didorong oleh kenaikan saham seperti Nvidia, Broadcom, dan Amazon. Kenaikan hampir 3% pada saham perusahaan kecerdasan buatan Oracle juga membantu mendorong pasar lebih tinggi.
Rata-rata indeks mencapai level tertinggi sesi setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan dalam konferensi pers bahwa Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis depan di Korea Selatan. Pengumuman itu meredakan kekhawatiran investor tentang hubungan AS-China yang telah menekan pasar saham pada Rabu.
Kenaikan S&P 500 menandai pemulihan penuh dari kerugian signifikan di sesi sebelumnya, ketika indeks turun sekitar 0,5%. Dow kehilangan sekitar 334 poin atau 0,7%, sementara Nasdaq turun 0,9% karena investor beralih dari aset berisiko.
Saham berakhir lebih rendah pada Rabu setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan rencana untuk membatasi ekspor ke China yang menggunakan perangkat lunak buatan AS. Rencana tersebut memperkuat pernyataan Trump hampir dua minggu lalu bahwa AS akan memberlakukan pembatasan ekspor pada 1 November terhadap “semua perangkat lunak penting.”
Baca Juga
Bessent Isyaratkan AS Takkan Bersikap ‘Lembek’ dalam Negosiasi Dagang dengan China
“Jangan buru-buru mengabaikan pasar bullish hanya karena ada sedikit volatilitas. Beberapa saham teknologi memang memimpin reli, tetapi kini kita akan melihat bagaimana ratusan perusahaan global dapat meraih manfaat dari peningkatan produktivitas yang dibawa oleh AI,” kata Giuseppe Sette, salah satu pendiri dan presiden Reflexivity, seperti dikutip CNBC.
Investor terus mencermati laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan besar AS, yang diyakini banyak pihak akan menentukan keberlanjutan reli pasar bullish saat ini. Saham Honeywell memimpin kenaikan pada indeks blue-chip Dow, naik hampir 7% pada Kamis setelah melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan dan menaikkan proyeksi tahunan. American Airlines naik 6% setelah melaporkan kerugian kuartal ketiga yang lebih kecil dari perkiraan serta panduan yang optimistis.
Pasar juga berhasil melewati sejumlah tekanan dalam sesi perdagangan. Tesla – yang memulai laporan dari kelompok “Magnificent Seven” – berakhir naik 2% setelah pulih dari kerugian awal akibat laporan kuartalan yang beragam. Saham IBM juga memangkas kerugian setelah mengalahkan perkiraan Wall Street meski pendapatan perangkat lunaknya sesuai ekspektasi.
Sementara itu, harga minyak naik setelah pemerintahan Trump memberlakukan sanksi baru terhadap dua perusahaan minyak mentah terbesar Rusia karena dianggap “tidak menunjukkan komitmen serius terhadap proses perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.”
Baca Juga
Minyak Brent Meroket Hampir 5% Usai AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Perusahaan Energi Raksasa Rusia
Lebih dari 80% perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil sejauh ini melampaui ekspektasi laba, menurut FactSet.
“Meskipun beberapa saham individu terpukul karena gagal memenuhi ekspektasi, kami memperkirakan laba secara keseluruhan cukup kuat untuk menjaga harga saham tetap tinggi dalam jangka pendek,” ujar Emily Bowersock Hill, CEO dan mitra pendiri Bowersock Capital Partners. Musim laporan keuangan saat ini, menurut dia, tampaknya tidak akan mengecewakan investor hingga memicu koreksi pasar yang berarti.
Selain laporan laba, data inflasi yang akan dirilis pada Jumat diharapkan memberi petunjuk lebih lanjut tentang kondisi ekonomi, terutama menjelang pertemuan Federal Reserve pada akhir Oktober. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga lagi sebesar seperempat poin persentase.

