Reli Saham AI Dongkrak Pasar AS, Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat menguat pada Jumat waktu AS atau Sabtu (20/12/2025) WIB. Hal itu didorong oleh penguatan saham berbasis kecerdasan buatan (AI), yang kembali menemukan pijakannya setelah sempat dilanda volatilitas.
Indeks Nasdaq Composite melonjak 1,31% dan ditutup di level 23.307,62. S&P 500 naik 0,88% ke posisi 6.834,50, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 183,04 poin atau 0,38% dan berakhir di 48.134,89. Ini merupakan hari kedua berturut-turut ketiga indeks utama tersebut membukukan kenaikan.
Baca Juga
Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan, Wall Street 'Rebound'
Saham Oracle melonjak 6,6% setelah TikTok menyepakati penjualan operasi bisnisnya di Amerika Serikat kepada sebuah perusahaan patungan baru yang melibatkan raksasa perangkat lunak tersebut dan investor private equity Silver Lake.
Kenaikan ini menandai pembalikan arah bagi saham Oracle, yang sebelumnya tertekan pekan ini setelah sebuah laporan mengungkapkan bahwa perusahaan infrastruktur cloud tersebut kehilangan pendukung utama untuk salah satu proyek pusat datanya, di tengah kekhawatiran terkait tingkat utang dan belanja AI perusahaan. Sentimen tersebut turut menyeret saham-saham lain yang terkait dengan AI, termasuk Broadcom dan Advanced Micro Devices.
Di sisi lain, saham favorit sektor chip AI, Nvidia, naik sekitar 4% setelah Reuters, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang meninjau kemungkinan perusahaan itu menjual chip AI canggihnya ke China. Awal bulan ini, Presiden Donald Trump mengatakan akan mengizinkan Nvidia mengirimkan chip AI H200 ke “pelanggan yang disetujui” di negara tersebut.
Selain itu, saham Micron Technology melanjutkan penguatannya dari sesi sebelumnya dengan kenaikan sekitar 7%. Saham tersebut melonjak 10% pada Kamis setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartal berjalan yang solid, menenangkan kekhawatiran investor setelah beberapa sesi terakhir dipenuhi kegelisahan terkait perdagangan AI.
“Gelombang penerbitan dari beberapa hyperscaler dan perdagangan AI bisa membebani pasar hingga 2026,” ujar Tom Garretson, senior portfolio strategist di RBC Wealth Management, kepada CNBC. Namun, menurut dia, itu adalah perusahaan-perusahaan dengan peringkat kredit yang sangat baik. Perusahaan memiliki kapasitas untuk menambah utang guna membiayai hal-hal tersebut.
“Kami masih mengandalkan belanja belanja modal (capex) untuk mendukung latar belakang pertumbuhan yang lebih luas, atau kemungkinan lebih baik,” tambahnya.
Pergerakan ini terjadi setelah S&P 500 dan Dow menghentikan tren penurunan selama empat hari berturut-turut pada sesi sebelumnya. Dengan pergerakan Jumat, indeks berbasis luas tersebut mencatat kenaikan tipis 0,1%, sementara Nasdaq naik 0,5%. Dow, bagaimanapun, masih mencatat penurunan 0,7%.
Baca Juga
Saham Nike termasuk yang tertekan pada hari itu, dengan harga saham anjlok 10,5% setelah raksasa apparel olahraga tersebut mencatat penurunan pendapatan di pasar Greater China pada kuartal fiskal kedua. Perusahaan juga terdampak kenaikan tarif, yang disebut memangkas margin laba kotor akibat bea masuk tersebut.

