Ketegangan Dagang AS–China Seret Wall Street ke Zona Merah , Dow Anjlok Lebih dari 300 Poin
Poin Penting
- Dow turun 334 poin di tengah kekhawatiran pembatasan ekspor AS ke China.
- Laba Texas Instruments dan Netflix di bawah ekspektasi pasar.
- Saham semikonduktor melemah, Netflix anjlok 10%.
- Investor menanti laporan perusahaan sektor teknologi besar pekan ini.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup di zona merah pada Rabu waktu AS atau Kamis (23/10/2025) WIB. Indeks utama Wall Street melemah setelah adanya perkembangan baru dari Washington yang meningkatkan kekhawatiran investor mengenai hubungan dagang AS–China. Laporan laba mengecewakan dari sejumlah perusahaan, termasuk Texas Instruments dan Netflix, juga menekan indeks.
Baca Juga
Dow Jones Cetak Rekor Berkat Kinerja Cemerlang Coca-Cola dan 3M, Nasdaq Tertekan Saham Teknologi
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 334,33 poin, atau 0,71%, pada 46.590,41. S&P 500 turun 0,53% menjadi 6.699,40, sementara Nasdaq Composite melemah 0,93% ke 22.740,40. Pada titik terendah sesi perdagangan, Dow sempat turun lebih dari 400 poin, atau sekitar 1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,2% dan 1,9%.
Saham berada di bawah tekanan setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor ke China yang dibuat dengan perangkat lunak AS, seperti pertama kali dilaporkan Reuters, Rabu.
Baca Juga
Trump Kenakan Tarif Tambahan 100% pada Produk China Mulai 1 November
Perkembangan ini terjadi setelah hampir dua minggu sebelumnya Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan memberlakukan pembatasan ekspor pada 1 November terhadap “semua perangkat lunak penting.”
Sebelumnya, saham-saham sudah lebih dulu melemah karena Texas Instruments turun 5,6% setelah laporan laba terbaru perusahaan semikonduktor itu lebih rendah dari perkiraan. Proyeksi laba kuartal keempat perusahaan juga lemah.
Texas Instruments turut menyeret sektor semikonduktor secara keseluruhan. Saham On Semiconductor turun hampir 6%, Advanced Micro Devices (AMD) merosot lebih dari 3%, sementara Micron Technology dan ETF semikonduktor VanEck (SMH) masing-masing turun sekitar 2%.
Saham Netflix juga menekan pasar. Platform streaming itu anjlok 10% setelah laba meleset dari perkiraan akibat sengketa dengan otoritas pajak Brasil.
Sementara itu, saham Intuitive Surgical menjadi titik terang pada Rabu, melonjak hampir 14% berkat laba dan pendapatan yang kuat.
Investor menanti laporan laba berikutnya yang bisa memberi dorongan bagi pasar saham. Laporan laba Tesla dirilis setelah penutupan pasar Rabu. Hingga saat ini, lebih dari tiga perempat perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangannya berhasil melampaui ekspektasi, menurut data FactSet.
“Meskipun laporan laba perusahaan AS untuk kuartal ketiga sejauh ini jauh lebih baik dari perkiraan, masih ada kekhawatiran tentang panduan dari manajemen seiring musim laporan laba semakin meluas ke lebih banyak sektor,” tulis Thierry Wizman, analis global FX dan suku bunga di Macquarie Group, seperti dikutip CNBC. “Beberapa laporan profil tinggi yang dirilis (seperti Netflix dan Texas Instruments) bernada suram,” tambahnya.
Indeks Dow sebelumnya mencetak rekor baru pada Selasa, sempat menembus 47.000 berkat hasil kuat dari Coca-Cola dan 3M. Namun, S&P 500 dan Nasdaq tertinggal setelah Trump mengatakan pertemuannya yang dijadwalkan pekan depan dengan Presiden China Xi Jinping mungkin dibatalkan.

