Optimisme Pasar Dongkrak Wall Street, S&P 500 Melesat Dekati Rekor Tertinggi
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melesat pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (27/6/2025) WIB. Indeks S&P 500 nyaris menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, menandai titik balik dramatis dari level terendah yang sempat tercatat pada April lalu. Kenaikan ini mencerminkan ketahanan pasar dalam menghadapi berbagai tekanan global, mulai dari perang tarif, konflik geopolitik, hingga inflasi yang membandel.
Baca Juga
Wall Street Meroket di Tengah Meredanya Konflik Iran-Israel, Dow Terbang 500 Poin
Indeks acuan tersebut menguat 0,8% ke level penutupan 6.141,02—hanya terpaut beberapa poin dari rekor intraday 6.147,43 yang dicetak pada akhir Februari. Nasdaq Composite turut naik 0,97% ke 20.167,91, juga mendekati rekor tertingginya. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 404,41 poin atau 0,94% ke 43.386,84.
Reli saham mencapai puncaknya usai juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, meredakan kekhawatiran pelaku pasar terkait tenggat waktu perjanjian tarif bulan Juli.
“Tenggat waktu itu tidak bersifat krusial. Mungkin saja diperpanjang, tapi keputusan sepenuhnya ada pada presiden,” beber Leavitt, seperti dikutip CNBC.
Pasar sebelumnya gelisah menghadapi dua batas waktu penting, yaitu 8 dan 9 Juli. Tanggal 8 Juli, batas tarif besar-besaran “liberation day” akan mulai berlaku pasca masa tenggang 90 hari, sedangkan 9 Juli, batas akhir kesepakatan tarif dengan Uni Eropa untuk menghindari lonjakan tarif hingga 50%.
Komentar Leavitt menegaskan keyakinan pasar bahwa Presiden Donald Trump tidak benar-benar berniat menerapkan tarif tersebut secara penuh, setelah sebelumnya menundanya karena sempat mengguncang pasar global.
Optimisme pasar juga diperkuat oleh hasil keuangan korporasi yang masih solid, kondisi pasar tenaga kerja yang stabil, serta kembalinya sentimen positif terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Sejak menyentuh titik terendah intraday tahun ini pada April, S&P 500 kini telah rebound lebih dari 27%, setelah sempat nyaris masuk ke wilayah bear market akibat kekhawatiran tarif.
Baca Juga
Geser Microsoft, Nvidia Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia dengan ‘Market Cap’ US$ 3,77 Triliun
Dengan reli terbaru ini, indeks acuan kini membukukan kenaikan lebih dari 4% sepanjang tahun 2025—mengembalikan sebagian kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi dan kebijakan Trump yang sebelumnya mendorong indeks mencapai rekor pada 19 Februari lalu.

