Bagikan

Pernyataan Trump soal China Tenangkan Pasar AS, Dow Melonjak Hampir 250 Poin

Poin Penting

  • Dow Jones dan S&P 500 naik lebih dari 0,5% seiring redanya kekhawatiran kredit perbankan dan tensi dagang AS–China.
  • Zions, Western Alliance, dan Jefferies rebound setelah aksi jual tajam akibat kredit bermasalah.
  • Trump dan Menteri Keuangan Bessent beri sinyal negosiasi dagang dengan China akan dilanjutkan.
  • S&P 500, Dow, dan Nasdaq kompak mencatat kenaikan mingguan didorong optimisme laba kuartal ketiga.

NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Jumat waktu AS atau Sabtu (18/10/2025) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat setelah pelaku pasar mencerna sikap lunak AS dalam pembicaraan dagang dengan China dan berupaya melupakan kekhawatiran kredit yang memicu aksi jual besar pada bank-bank regional, sehari sebelumnya.


Dow ditutup melonjak 238,37 poin, atau 0,52%, menjadi 46.190,61. S&P 500 menguat 0,53% ke 6.664,01, sementara Nasdaq Composite naik 0,52% dan berakhir di 22.679,98.

Baca Juga

Kekhawatiran Kredit Bermasalah Tekan Wall Street, Dow Anjlok 300 Poin

Saham memperpanjang kenaikan pada sesi sore setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan akan berbicara dengan mitra dagang China pada Jumat malam. Presiden Donald Trump juga mengatakan dari Gedung Putih bahwa pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping kemungkinan besar masih akan berlangsung pada akhir bulan ini. Pernyataan itu menunjukkan ancaman tarif tambahan 100% terhadap China pada 1 November mungkin tidak akan terlaksana.

“Sentimen positif ini banyak terkait dengan pernyataan Presiden Trump tentang China bahwa ia memahami ancaman tarif yang diajukannya tidak berkelanjutan,” kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird, kepada CNBC. Dia memperkirakan akan ada naik turun dalam negosiasi. “Tapi saya pikir [pengumuman Trump] menetapkan dasar bahwa pemerintah tidak ingin melihat aksi jual besar seperti pada Hari Pembebasan kembali terjadi,” ujarnya.

Saham-saham perusahaan yang memimpin aksi jual perbankan Kamis lalu bangkit pada Jumat, karena pelaku pasar menilai kerugian kredit yang muncul hanyalah kasus terisolasi, bukan tanda krisis yang lebih besar. Zions dan Western Alliance mengungkapkan adanya kredit macet dalam 48 jam terakhir, yang memicu aksi jual besar dan menyeret seluruh pasar turun Kamis lalu. Zions anjlok 13%, sementara Western Alliance jatuh 11% pada Kamis.


Namun Zions Bancorp naik hampir 6% pada Jumat setelah menerima peningkatan peringkat dari Baird, yang menyebut penurunan nilai pasar bank regional itu tidak sebanding dengan besarnya potensi kerugian pinjaman yang dihadapi. Bank investasi Jefferies, yang terpukul karena eksposurnya terhadap pengecer suku cadang mobil bangkrut First Brands, ditutup naik 6% setelah Oppenheimer menaikkan peringkatnya menjadi “outperform”. Jefferies turun 11% pada Kamis.

Laporan laba yang lebih baik dari perkiraan dari Fifth Third Bancorp pada Jumat juga meredakan kekhawatiran, mendorong saham bank itu naik 1,3%. Laba bank tersebut melonjak pada kuartal lalu meski mencatat peningkatan kerugian kredit akibat eksposur terhadap pemberi pinjaman mobil subprime yang bangkrut, Tricolor.

Dow kehilangan 300 poin dan S&P 500 turun 0,6% pada Kamis, dipicu oleh penurunan tajam saham-saham bank pada sore hari. Dana yang diperdagangkan di bursa SPDR S&P Regional Banking ETF (KRE), yang turun selama empat minggu berturut-turut, kehilangan lebih dari 6% pada sesi tersebut. Ketidaknyamanan di sektor perbankan meningkat setelah kebangkrutan dua perusahaan terkait industri otomotif: Tricolor dan First Brands.

ETF perbankan regional itu ditutup naik 1,6% pada Jumat, meskipun sepanjang pekan masih turun 1,9%.

“Kami tidak melihat adanya masalah kredit sistemik di sektor perbankan – sebagian besar yang kami lihat sejauh ini hanya disebabkan oleh beberapa kasus spesifik (First Brands dan Tricolor), sementara kualitas kredit secara umum bahkan tampak lebih baik dari perkiraan,” tulis Adam Crisafulli dari Vital Knowledge dalam sebuah catatan.

Baca Juga

Moody’s Sebut Sistem Perbankan AS Masih Kuat Meski Ada Kredit Macet

Pada Kamis, Indeks Volatilitas Cboe (VIX), yang dikenal sebagai pengukur ketakutan di Wall Street, melonjak bersamaan dengan penurunan imbal hasil Treasury dan dolar AS, karena investor beralih ke aset aman dan mencari lindung nilai di pasar opsi. VIX kemudian bergerak turun stabil pada Jumat seiring pemulihan saham, menandakan berkurangnya ketakutan pasar. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun kembali naik di atas 4%.

Meski terjadi volatilitas dalam beberapa hari terakhir, ketiga indeks utama tetap mencatat kenaikan mingguan. S&P 500 naik 1,7% didorong awal musim laporan keuangan kuartal ketiga yang kuat. Dow naik 1,6% selama sepekan, sementara Nasdaq menguat 2,1% pada periode yang sama.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024