Saham Teknologi Dongkrak Pasar Saham AS, tapi Dow Jones Anjlok Hampir 250 Poin
Poin Penting
• Nasdaq naik 0,4% di awal November, didukung lonjakan saham Amazon setelah kesepakatan besar dengan OpenAI.
• Nvidia dan Micron memimpin penguatan saham chip, sementara Microsoft amankan lisensi ekspor chip ke UEA.
• Lebih dari 400 saham S&P 500 justru turun meski sektor AI menopang pasar.
• Data menunjukkan November historis menjadi bulan terkuat S&P 500 dengan rata-rata kenaikan 1,8%.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS sebagian besar menguat pada Senin waktu AS atau Selasa (4/11/2025) WIB. Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 naik ditopang saham teknologi, seperti Amazon dan Nvidia. Sebaliknya, Dow Jones justru melemah.
Baca Juga
Wall Street Menghijau, Nasdaq dan S&P 500 Melesat Berkat Saham Amazon
Investor makin banyak berminat masuk ke saham berbasis kecerdasan buatan (AI) setelah adanya sejumlah kesepakatan besar di sektor ini.
Indeks Nasdaq yang sarat teknologi menguat 0,46% ditutup di 23.834,72, sedangkan S&P 500 naik 0,17% berakhir di 6.851,97. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru turun 226,19 poin, atau 0,48%.
Salah satu dari “Magnificent Seven”, Amazon, menopang pasar dengan kenaikan saham sebesar 4% setelah perusahaan itu mencapai kesepakatan senilai $38 miliar dengan OpenAI. Kerja sama tersebut akan memanfaatkan ratusan ribu unit pemrosesan grafis (GPU) dari Nvidia.
Saham produsen chip juga menguat pada Senin setelah perusahaan pusat data Iren menandatangani kesepakatan multiyear senilai $9,7 miliar dengan Microsoft untuk memberikan akses kepada raksasa teknologi itu terhadap GPU Nvidia GB300. Saham Micron Technology naik 4%, memimpin penguatan saham chip, sementara Nvidia naik 2%. ETF VanEck Semiconductor (SMH) meningkat hampir 1%. Saham Iren sendiri terakhir tercatat naik 12%.
Saham Nvidia terus menguat pada Senin setelah pengumuman Microsoft bahwa perusahaan telah memperoleh lisensi ekspor dari pemerintahan Trump untuk mengirimkan chip Nvidia ke Uni Emirat Arab. Microsoft menambahkan bahwa total investasinya di UEA akan mencapai $15,2 miliar pada akhir 2029.
Di luar saham teknologi, tidak banyak sektor yang mencatatkan kenaikan pada hari perdagangan tersebut, dengan lebih dari 400 saham di indeks S&P 500 berakhir di zona merah. Kelemahan ini terus menjadi perhatian pasar, karena pada Oktober lalu lebih banyak saham di indeks acuan tersebut yang turun ketimbang naik, meskipun perdagangan berbasis AI mendorong indeks secara keseluruhan.
“Pasar sedang memberikan penghargaan kepada para pemain utama AI hari ini,” ujar Gil Luria, kepala riset teknologi di D.A. Davidson, kepada CNBC. Ia menunjuk Nvidia, Microsoft, Google, dan Amazon, serta Palantir sebagai perusahaan yang patut diperhatikan.
Perusahaan-perusahaan tersebut, kata dia, memimpin dan menangkap hampir seluruh nilai dalam bidang AI. “Mereka mampu mengamankan infrastruktur yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan dan semuanya sedang melihat titik balik positif dalam permintaan. Tidak hanya mereka memiliki dana tunai untuk membangun kapasitas komputasi AI mereka sendiri, mereka juga dapat memperluas jangkauan dengan menyewa kapasitas dari neocloud dan penyedia pusat data lainnya,” urainya.
Wall Street baru saja menutup sesi perdagangan bulanan positif yang memperkuat kenaikan indeks acuan pada Oktober. S&P 500 dan Dow industrials masing-masing naik 2,3% dan 2,5%. Nasdaq Composite unggul dengan kenaikan 4,7%. Kenaikan tersebut sebagian didorong oleh momentum perdagangan AI yang berlanjut serta tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok.
Baca Juga
Sepakat Soal Mineral Kritis, Trump Siapkan Kunjungan ke Beijing April 2026
Lebih dari 300 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan hasil kuartal ketiga sejauh ini. Dari jumlah itu, lebih dari 80% melampaui ekspektasi, menurut data FactSet. Wall Street akan mendapatkan lebih dari 100 laporan tambahan minggu ini, termasuk dari perusahaan terkait AI seperti Palantir dan AMD.
Berdasarkan siklus, pasar Wall Street juga bisa mendapatkan dorongan musiman bulan ini. Data dari Stock Trader’s Almanac menunjukkan bahwa S&P 500 rata-rata naik 1,8% pada bulan November, sehingga menjadi bulan terbaik bagi indeks acuan ini secara historis.

