Wall Street Loyo, Pasar Dihantui Tarif Trump dan Stagflasi Ekonomi
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (6/8/2025) WIB. Wall Street kembali tertekan setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan tarif tambahan terhadap sektor semikonduktor dan farmasi, serta data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan serius.
Baca Juga
Sektor Jasa AS Mandek, Tarif Trump Picu Kekhawatiran Stagflasi
Indeks S&P 500 turun 0,49% dan ditutup di level 6.299,19, sementara Nasdaq Composite kehilangan 0,65% dan berakhir di 20.916,55. Dow Jones Industrial Average turun sekitar 61,90 poin, atau 0,14%, menjadi 44.111,74.
Pasar mengalami gejolak dalam beberapa hari terakhir, dengan Dow sempat anjlok lebih dari 500 poin pada Jumat setelah laporan ketenagakerjaan terbaru mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja telah melemah selama berbulan-bulan. Namun, indeks saham unggulan tersebut berhasil pulih pada Senin, melonjak hampir 600 poin.
Baca Juga
Wall Street Bangkit dari Pelemahan Ekstrem, Dow Melejit Hampir 600 Poin
Indeks-indeks kembali melemah pada Selasa setelah indeks ISM Services stagnan pada Juli, menambah kekhawatiran akan stagflasi yang muncul pasca data pekerjaan terbaru. Stagflasi menggambarkan situasi inflasi tinggi yang disertai dengan penurunan lapangan kerja. Sektor jasa mencakup sekitar 70% dari ekonomi AS, sehingga perlambatan di sektor ini bisa menjadi sinyal masalah ke depan.
Saham juga tertekan setelah Trump menyatakan bahwa tarif untuk chip semikonduktor dan produk farmasi akan segera diberlakukan.
“Kami akan segera mengumumkan [kebijakan tarif] pada semikonduktor dan chip, yang merupakan kategori terpisah, karena kami ingin mereka diproduksi di Amerika Serikat,” ujar Trump kepada CNBC. Ia menambahkan bahwa rencana baru tersebut akan diumumkan “dalam minggu depan atau lebih.”
Perusahaan teknologi pertahanan menyebutkan pendapatannya melampaui $ 1 Miliar untuk pertama kalinya. Sahamnya melonjak 7,9% setelah pernyataan perusahaan. Sebaliknya, perusahaan industri besar Caterpillar melaporkan laba di bawah ekspektasi, dan sahamnya berakhir mendekati posisi datar. Saham Eaton turun 7% karena panduan keuangan yang mengecewakan.
“Pasar sedikit mundur, [namun] ekuitas telah mengalami reli yang cukup baik. Mungkin ini saatnya bagi periode konsolidasi, semacam koreksi kecil. Valuasi sedang tinggi, ini bukan pasar yang murah,” kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Asset Management,“ dikutip dari CNBC.
Namun demikian, Sandven menambahkan bahwa “inflasi masih jinak, suku bunga berada di ambang penurunan, dan laba perusahaan sedang tren naik,” yang menurutnya menciptakan “latar belakang yang mendukung untuk bias terhadap aset berisiko.”

