Wall Street Melemah Dihantui Kekhawatiran Kredit Swasta dan Risiko Iran, Dow Anjlok Lebih 260 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Kamis waktu AS atau Jumat (20/2/2026) WIB. Dow Jones Industrial Average anjlok 267,50 poin, atau 0,54%, menjadi 49.395,16. S&P 500 melemah 0,28% ke 6.861,89. Nasdaq Composite turun 0,31% ke 22.682,73. Indeks S&P 500 mendekati posisi datar untuk tahun ini, seiring investor menjauhi sektor keuangan dan memantau ketegangan antara AS dan Iran.
Baca Juga
Saham Teknologi Dongkrak Wall Street di Tengah Ketidakpastian Arah Suku Bunga
Dengan pergerakan ini, S&P 500 hanya naik 0,2% sepanjang tahun, sementara Dow naik lebih dari 2%. Namun Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun lebih dari 2% pada 2026.
Investor keluar dari saham perusahaan kredit swasta setelah manajer aset alternatif Blue Owl Capital mengumumkan akan memperketat likuiditas investor setelah menjual $1,4 miliar aset pinjaman. Hal ini memicu kekhawatiran kerugian di sektor pinjaman swasta yang kurang transparan. Saham perusahaan tersebut turun sekitar 6%, sementara Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing turun lebih dari 5%.
Selain sektor keuangan, sektor perangkat lunak juga tertekan. Saham Salesforce turun lebih dari 1%, Intuit melemah sekitar 2%, dan Cadence Design Systems anjlok hampir 3%.
Sektor ini menjadi titik lemah pasar karena kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan akan mengganggu industri tersebut. CEO Mistral AI, Arthur Mensch, mengatakan kepada CNBC pada Rabu bahwa lebih dari 50% perangkat lunak perusahaan dapat digantikan oleh teknologi tersebut.
Pelaku pasar di Wall Street tetap waspada ketika harga minyak mentah memperpanjang kenaikan di tengah kebuntuan antara Iran dan AS terkait program nuklir Teheran. Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia akan menentukan apakah akan meluncurkan serangan militer dalam 10 hari ke depan.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak 4% Setelah Vance Sebut Iran Abaikan Tuntutan AS
Menambah sentimen negatif, saham Walmart turun lebih dari 1% setelah proyeksi laba setahun penuh perusahaan di bawah ekspektasi, meski hasil kuartal keempat melampaui perkiraan.
Menurut Antonio Rodrigues, chief investment officer di Procyon, pergerakan pasar terbaru merupakan konfirmasi perubahan kepemimpinan pasar. “Kita perlu melihat momentum laba mulai muncul dari 490 saham lainnya,” ujarnya, seperti dilansir CNBC.
Rodrigues secara khusus mencermati sektor industri dan konsumen siklikal, yang menurutnya dapat “melihat efisiensi terkait belanja AI.”
“Semua yang terkait jaringan listrik masih punya prospek. Masih banyak proyek yang sedang dibangun. Itu tema multi-tahun, bahkan mungkin multi-dekade,” bebernya.

