Prospek Kesepakatan Suram, Uni Eropa Siapkan Langkah Agresif Balas Tarif Trump
Poin Penting
|
BRUSSEL, investortrust.id - Ketegangan dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Setelah Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor 30% pada produk Eropa mulai awal Agustus, sejumlah negara anggota UE mulai mempertimbangkan serangan balasan yang lebih agresif. Menurut beberapa diplomat, ancaman tersebut menjadi pukulan telak terhadap harapan akan tercapainya kesepakatan dagang bilateral yang telah dinegosiasikan berbulan-bulan terakhir.
Baca Juga
Tegas! Ini Tanggapan Uni Eropa dan Meksiko atas Tarif 30% AS
“Ini bukan lagi tentang kompromi, tapi tentang mempertahankan posisi Eropa,” ujar seorang diplomat senior, dikutip dari Reuters, Selasa (22/7/2025)
Dalam laporan kepada para duta besar UE, Komisioner Perdagangan Maros Sefcovic menyebutkan bahwa pertemuannya di Washington pekan lalu tidak memberikan kejelasan. Bahkan, usulan tarif dasar dari pihak AS bisa jadi jauh lebih tinggi dari 10%, membuat ruang kesepakatan makin sempit. Ia menegaskan bahwa tarif 30% akan “praktis melumpuhkan” arus perdagangan transatlantik.
Baca Juga
Negosiasi Alot, Trump Disebut Tuntut Tarif Minimum hingga 20% terhadap Uni Eropa
Salah satu instrumen yang kini menjadi sorotan adalah anti-coercion instrument (ACI) milik UE. Awalnya dirancang untuk menghadapi tekanan ekonomi dari Tiongkok, ACI memungkinkan blok tersebut untuk menargetkan sektor jasa, akses pasar keuangan, dan tender publik dari negara yang menekan salah satu anggota UE. Dalam konteks ini, AS memiliki surplus perdagangan jasa terhadap UE, sehingga menjadi target yang rentan.
Jerman, yang sebelumnya berhati-hati, kini mulai membuka pintu untuk membahas opsi ini. Dukungan dari negara dengan bobot ekonomi terbesar di Eropa ini menjadi sinyal kuat bahwa Brussel serius mempertimbangkan langkah-langkah tegas. Jika disetujui oleh mayoritas negara anggota yang mewakili 65% populasi UE, ACI dapat segera diaktifkan.
Namun, tidak semua negara anggota sepakat. Beberapa, terutama dari Eropa Timur, masih melihat ACI sebagai langkah ekstrem yang bisa memperburuk hubungan strategis dengan AS di sektor keamanan dan pertahanan. “Kami belum sampai pada titik itu,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pekan lalu, menegaskan bahwa ACI adalah alat untuk kondisi luar biasa.
Saat ini, UE masih menangguhkan penerapan paket tarif terhadap produk AS senilai €21 miliar hingga 6 Agustus. Namun, dengan meningkatnya ketidakpastian dan sikap agresif dari Washington, tekanan terhadap Komisi Eropa untuk mengaktifkan paket ini—bahkan menambahnya hingga €72 miliar—semakin kuat.
Baca Juga
Uni Eropa Siapkan Tarif Balasan Senilai 21 Miliar Euro, Ini Tanggapan Trump
Bagi pelaku pasar, perkembangan ini mempertegas risiko perang dagang lintas Atlantik yang bisa mengganggu arus investasi, ekspor industri otomotif, dan stabilitas rantai pasok di dua kawasan ekonomi terbesar dunia.

