Uni Eropa Balas Tarif Impor AS, Trump Ancam Balik
WASHINGTON, investortrust.id - Uni Eropa bereaksi cepat terhadap tarif 25% yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump atas impor baja dan aluminium yang mulai berlaku pada Rabu (12/03/2025). Uni Eropa menerapkan tindakan balasan yang diklaim perlu untuk melindungi konsumen dan bisnis.
Gedung Putih mengonfirmasi tarif tersebut, yang akan berdampak pada Kanada, Australia, Uni Eropa, dan lainnya, pada Selasa malam, tetapi mengatakan bahwa Trump tidak lagi berencana menaikkan tarif logam dari Kanada menjadi 50%.
Baca Juga
Trump Akan Berlakukan Tarif Uni Eropa, Saham Otomotif di Pasar Eropa Anjlok
Uni Eropa (UE) segera merespons dengan menyatakan bahwa mereka akan memberlakukan tarif balasan atas barang-barang AS senilai 26 miliar euro ($28,33 miliar) mulai April.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Rabu menyatakan bahwa UE "harus bertindak untuk melindungi bisnis dan konsumen."
Baca Juga
Trump Akan Terapkan Tarif 25% pada Mobil, Farmasi, dan Semikonduktor
"Kami sangat menyesali langkah ini (oleh AS). Tarif adalah pajak, mereka buruk bagi bisnis dan lebih buruk lagi bagi konsumen, mereka mengganggu rantai pasokan, membawa ketidakpastian bagi ekonomi, pekerjaan terancam, harga naik, dan tidak ada yang membutuhkan itu, baik dari pihak kami maupun mereka," bebernya dalam konferensi pers.
Hubungan dagang antara AS dan Uni Eropa, menurut von der Leyen, adalah yang terbesar di dunia. Hubungan tersebut telah membawa "kemakmuran dan keamanan bagi jutaan orang" serta menciptakan lapangan kerja di kedua sisi Atlantik.
Trump Ancam Balik
Pendekatan dua arah Uni Eropa akan mencakup penerapan kembali tarif yang sebelumnya ditangguhkan atas ekspor AS senilai 8 miliar euro, serta serangkaian tindakan balasan baru terhadap barang-barang senilai 18 miliar euro. Von der Leyen sebelumnya menyebut langkah ini sebagai "tanggapan yang kuat tetapi proporsional."
"Kami akan selalu terbuka untuk negosiasi," tambahnya dalam sebuah pernyataan.
Uni Eropa menyatakan bahwa tarif ini akan berdampak pada ekspor blok tersebut ke AS hingga senilai 26 miliar euro. Tarif ini mencakup baja dan aluminium industri, berbagai produk baja dan aluminium setengah jadi serta produk jadi, serta produk turunannya seperti suku cadang mesin dan jarum rajut.
Berbicara kepada wartawan pada Rabu setelah pengumuman dari UE, Trump mengatakan: "Seperti yang Anda tahu, kami akan menerapkan tarif timbal balik, jadi berapa pun yang mereka kenakan kepada kami, kami akan mengenakan jumlah yang sama kepada mereka."
Baca Juga
Kritik Hubungan Dagang dengan Uni Eropa, Trump: AS Mendapat Perlakuan Tidak Adil
Trump juga kembali mengklaim bahwa UE memperlakukan AS "sangat buruk" dalam perdagangan, yang sebelumnya membuatnya mengancam blok tersebut dengan tarif menyeluruh sebesar 25%.
Ketegangan Meningkat
Aksi balas-membalas ini menjadi perkembangan terbaru dalam perang dagang yang terus memanas, ditandai dengan janji tarif, diikuti oleh pembalikan dan penundaan, dari Trump.
Ketegangan perdagangan ini telah mengguncang pasar dalam beberapa hari terakhir di tengah kekhawatiran bahwa tarif dapat mendorong ekonomi terbesar dunia ke dalam resesi.
Berbeda dengan Meksiko, Kanada, dan China, produk asal Uni Eropa sebelumnya tidak terkena tarif Trump hingga tarif baja dan aluminium mulai berlaku pada Rabu.
Ketegangan antara Washington dan Brussels telah memanas sejak pelantikan Trump pada Januari, ketika pemimpin Gedung Putih itu langsung mengisyaratkan niatnya untuk mengenakan tarif terhadap UE.
"Mereka benar-benar telah mengambil keuntungan dari kami. Mereka tidak menerima mobil kami, mereka pada dasarnya tidak menerima produk pertanian kami. Mereka menggunakan berbagai alasan untuk menolaknya. Dan kami menerima semua produk mereka," papar Trump dalam pertemuan Kabinet pada 26 Februari,
Salah satu keluhan utama Trump adalah defisit perdagangan AS dengan sejumlah mitra dagang utama, termasuk Kanada dan UE.
Data dari Komisi Eropa, badan eksekutif UE, menunjukkan bahwa blok tersebut memiliki surplus perdagangan barang sebesar 155,8 miliar euro dengan AS pada 2023, tetapi mengalami defisit sebesar 104 miliar euro dalam perdagangan jasa. Secara keseluruhan, perdagangan barang dan jasa antara UE dan AS pada 2023 mencapai 1,6 triliun euro, menurut UE.
Mesin dan kendaraan menjadi kelompok produk ekspor terbesar UE ke AS, diikuti oleh bahan kimia, barang manufaktur lainnya, serta produk obat-obatan dan farmasi.

