Tegas! Ini Tanggapan Uni Eropa dan Meksiko atas Tarif 30% AS
Poin Penting
|
BRUSSELS, investortrust.id - Ketegangan dagang lintas benua kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengirim surat resmi kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, berisi pemberitahuan tarif baru sebesar 30% yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2025. Tanggapan dari dua mitra dagang utama Amerika itu datang cepat dan tegas: menolak.
Baca Juga
“Tarif 30% ini akan mengganggu rantai pasok transatlantik yang esensial, dan merugikan pelaku usaha, konsumen, serta pasien di kedua sisi Atlantik,” kata von der Leyen dalam pernyataan resminya, sembari menegaskan Uni Eropa siap menerapkan langkah-langkah balasan yang sepadan bila diperlukan.
Nada serupa disampaikan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. Dalam pidatonya di Sonora, ia menyatakan Meksiko tetap terbuka untuk dialog, namun tidak akan bernegosiasi soal kedaulatan nasional. “Kami jelas soal mana yang bisa dibicarakan dengan pemerintah AS, dan mana yang tidak bisa. Kedaulatan bukan untuk ditawar,” ujarnya.
Tarif ini merupakan bagian dari gelombang surat tarif yang dikirim Trump ke sedikitnya 23 negara, termasuk Jepang, Brasil, dan Kanada. Dalam surat kepada UE, Trump meminta agar Eropa membuka pasar sepenuhnya bagi produk AS. Sementara kepada Meksiko, Trump menuding negara tersebut gagal menghentikan arus fentanyl dan kartel narkoba.
Tamparan bagi Negosiasi
Tingkat tarif yang diusulkan untuk Meksiko lebih rendah dibandingkan tarif 35% untuk Kanada, meskipun kedua surat tersebut sama-sama menyebut arus fentanyl sebagai alasannya. Padahal data pemerintah menunjukkan jumlah fentanyl yang disita di perbatasan Meksiko jauh lebih tinggi dibandingkan di perbatasan Kanada.
“Meksiko telah membantu saya mengamankan perbatasan, TAPI, apa yang dilakukan Meksiko belum cukup. Meksiko masih belum menghentikan Kartel yang mencoba mengubah seluruh Amerika Utara menjadi Taman Bermain Narkotika,” tulis Trump.
Tiongkok merupakan sumber utama bahan kimia yang digunakan untuk membuat opioid fentanyl. Menurut otoritas AS, hanya 0,2% dari seluruh fentanyl yang disita di AS berasal dari perbatasan Kanada, sementara sebagian besar berasal dari perbatasan AS-Meksiko.
Meksiko mengirim lebih dari 80% dari total ekspornya ke AS, dan perdagangan bebas dengan tetangga utaranya membuat Meksiko menjadi mitra dagang terbesar AS pada 2023.
UE awalnya berharap bisa menjalin kesepakatan dagang menyeluruh, namun baru-baru ini mengurangi ambisinya dan mengarah pada perjanjian kerangka kerja yang lebih luas seperti yang disepakati Inggris, dengan rincian yang akan dinegosiasikan kemudian.
Blok ini berada di bawah tekanan yang bertentangan, di mana Jerman mendorong kesepakatan cepat demi melindungi industrinya, sementara anggota UE lainnya seperti Prancis menyatakan UE tidak boleh menyerah pada kesepakatan sepihak dengan syarat-syarat AS.
Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, mengatakan Brussels seharusnya segera memberlakukan tindakan balasan paling lambat Senin. “Ini adalah tamparan bagi negosiasi. Ini bukan cara memperlakukan mitra dagang utama,” kata Lange kepada Reuters.
Jacob Funk Kirkegaard, peneliti senior di lembaga think tank Bruegel yang berbasis di Brussels, mengatakan surat Trump meningkatkan risiko langkah balasan oleh UE seperti ketegangan antara AS dan Tiongkok yang pernah mengguncang pasar keuangan.
“Tarif AS dan Tiongkok naik bersama dan kemudian turun lagi. Tidak seluruhnya, tapi tetap turun bersama,” katanya.
Baca Juga
AS-China Sepakati Kerangka Dagang Baru, Fokus pada ‘Rare Earth’ dan Teknologi
Serangkaian perintah tarif dari Trump sejak kembali ke Gedung Putih telah mulai menghasilkan puluhan miliar dolar per bulan sebagai pendapatan baru bagi pemerintah AS. Pendapatan bea masuk AS melampaui 100 miliar dolar pada tahun fiskal federal hingga Juni, menurut data Departemen Keuangan AS pada Jumat.
Tarif-tarif ini juga menegangkan hubungan diplomatik dengan beberapa mitra terdekat AS.
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengatakan pekan lalu bahwa Jepang perlu mengurangi ketergantungannya pada AS.
Pertikaian soal tarif juga mendorong Kanada dan beberapa sekutu Eropa meninjau kembali ketergantungan keamanan mereka terhadap Washington, dengan beberapa mempertimbangkan untuk membeli sistem persenjataan non-AS.

