Situasi Timur Tengah Memburuk, Pasar Saham AS Ambruk
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS anjlok pada penutupan Selasa waktu AS atau Rabu (18/6/2025). Wall Street berada di bawah tekanan, seiring eskalasi konflik Israel-Iran dan pelemahan data penjualan ritel AS yang memunculkan kekhawatiran baru terhadap daya tahan ekonomi AS.
Baca Juga
Perang Israel-Iran Terus Berkobar, Netanyahu: Tak Tertutup Kemungkinan Targetkan Ali Khamenei
Indeks Dow Jones ditutup melemah 299 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,84% dan 0,91%. Sentimen pasar terpukul oleh ancaman langsung Presiden Donald Trump terhadap Iran serta ketidakpastian arah kebijakan Federal Reserve jelang rapat FOMC pekan ini.
Trump yang mengancam “penyerahan tanpa syarat” dari Teheran memerintahkan pengerahan kekuatan militer tambahan ke kawasan, sementara harga minyak melonjak lebih dari 4% akibat meningkatnya risiko geopolitik.
Baca Juga
Sementara itu, laporan terbaru dari Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel AS anjlok 0,9% pada Mei—terburuk dalam beberapa bulan terakhir dan menandai kehati-hatian konsumen di tengah ketidakpastian makro.
“Konsumen menahan diri, dan itu sinyal penting bahwa ekonomi mulai kehilangan momentum,” ujar Chris Rupkey, Kepala Ekonom di Fwdbonds, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Investor kini menantikan sikap The Fed. Meski pasar belum sepenuhnya memproyeksikan pemangkasan suku bunga pada Juli, data lemah bisa membuka ruang komunikasi yang lebih dovish dari Jerome Powell dan timnya.
Menurut pantauan CME FedWatch, pelonggaran kebijakan masih diharapkan terjadi sebanyak dua kali sebelum akhir tahun, dimulai September.

