Penjualan Ritel AS Turun Tajam, Konsumen Mulai Menahan Diri
NEW YORK, investortrust.id - Tekanan terhadap daya beli konsumen Amerika Serikat kembali terlihat pada Mei 2025. Penjualan ritel anjlok 0,9%, lebih dalam dari ekspektasi pasar, di tengah ketidakpastian arah ekonomi global dan harga energi yang kian rendah.
Baca Juga
Penjualan Ritel AS Maret Naik 1,4%, Lebih Tinggi dari Perkiraan
Menurut Departemen Perdagangan AS, penurunan ini merupakan yang kedua secara berturut-turut dan mengindikasikan potensi pelemahan konsumsi rumah tangga, salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi AS.
Kontraksi terutama terjadi di sektor kendaraan bermotor (-3,5%), bahan bangunan (-2,7%), dan stasiun pengisian bahan bakar (-2,0%). Sektor restoran dan bar juga mencatat pelemahan 0,9%, mencerminkan kehati-hatian konsumen dalam belanja rekreasional.
Meski begitu, ada sinyal positif dari belanja online (+0,9%) dan toko furnitur (+1,2%) yang berhasil mencatatkan pertumbuhan. Kelompok kontrol yang mencerminkan konsumsi inti bahkan tumbuh 0,4%, membuka ruang bagi pemulihan PDB di kuartal kedua.
“Konsumen tidak menghilang, mereka hanya menjadi lebih selektif. Keluarga Amerika mencari penawaran terbaik, bukan sekadar belanja impulsif.” ujar Heather Long, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, dikutip dari CNBC, Rabu (18/6/2025).
Baca Juga
Di pasar keuangan, respons langsung terlihat dengan turunnya indeks saham utama serta imbal hasil obligasi pemerintah. Dow Jones melemah lebih dari 300 poin, sementara harga minyak mentah kembali ke atas US$75 per barel.
Proyeksi GDPNow dari The Fed Atlanta masih mematok pertumbuhan kuartal II di 3,8%, tetapi arah tren ke depan masih bergantung pada keberlanjutan konsumsi dan meredanya tensi geopolitik.

