Yield USTreasury 10-Tahun Kembali Melonjak di Atas 4%, Meski Tarif Trump Bayangi Pertumbuhan Ekonomi
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil acuan obligasi AS 10-tahun naik kembali di atas level 4% pada Senin (07/04/2025), meskipun tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.
Baca Juga
Imbal hasil Treasury 10-tahun naik sekitar 18 basis poin ke 4,166%. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2-tahun naik 8 poin ke 3,753%. Kenaikan imbal hasil Treasury 10-tahun ini terjadi meskipun para trader meningkatkan ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, seiring dengan prospek melemahnya ekonomi.
Nilai Fed Fund Futures menunjukkan kemungkinan sekitar 50% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pertemuan bulan Mei, dan kini diperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga setidaknya lima kali pada tahun 2025.
Baca Juga
Goldman Sachs Perkirakan The Fed Pangkas Suku Bunga Tiga Kali Tahun 2025
“Mengingat situasinya, saya tidak yakin investor internasional masih melihat AS sebagai tempat yang aman seperti sebelumnya, yang akan menyebabkan harga Treasury turun dan imbal hasil naik,” kata Clark Bellin, kepala investasi di Bellwether Wealth, seperti dikutip CNBC.
Trump, bersama dengan para pejabat kabinetnya, telah berulang kali menekankan keinginan mereka untuk menurunkan imbal hasil Treasury, yang menurut mereka akan menurunkan biaya pinjaman. Bahkan pada hari Senin, Trump menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa “suku bunga sedang turun” ketika imbal hasil turun tajam pada pagi hari, dan menyerukan agar The Fed memangkas suku bunga.
Investor tengah terpukul oleh dampak tarif Trump yang diumumkan pekan lalu, yang mencakup lebih dari 180 negara dan menetapkan tarif dasar sebesar 10% secara menyeluruh. Mitra dagang utama AS terkena tarif paling tinggi, dengan China menghadapi total tarif sebesar 54%.
Baca Juga
Tarif Trump Berkisar antara 10% hingga 49%, Ini Pernyataan Lengkap Trump
Tarif ini telah memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang global, karena negara-negara lain membalas dengan tarif mereka sendiri terhadap AS. China membalas pada hari Jumat dengan menetapkan tarif sebesar 34% pada barang-barang AS, dan Uni Eropa telah berjanji untuk memberlakukan tindakan balasan jika negosiasi gagal.
Trump terkesan meremehkan dampak tarif. “Saya tidak ingin ada yang turun, tapi terkadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu,” ujarnya kepada wartawan, Minggu malam.

