Investor Pertimbangkan Dampak Tarif Trump, Yield USTreasury 10-Tahun Turun
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS beragam pada hari Senin (03/02/2025). Investor menimbang dampak tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang dari mitra dagang utama dan efeknya terhadap perekonomian.
Baca Juga
‘Perang Dagang’ dengan 3 Negara, Trump : Warga AS Mungkin Mengalami 'Rasa Sakit' dalam Jangka Pendek
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun turun 3 basis poin menjadi 4,535%, sementara imbal hasil Treasury 2-tahun naik 2 basis poin menjadi 4,255%.
Investor mempertimbangkan dampak tarif terhadap mitra dagang, setelah Trump menandatangani perintah eksekutif pada hari Sabtu yang memberlakukan tarif 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada serta tarif 10% terhadap China. AS melakukan perdagangan sekitar $1,6 triliun dengan ketiga negara tersebut.
Pada Senin pagi, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa tarif Trump terhadap negaranya akan ditunda selama satu bulan karena Meksiko mengirim 10.000 tentara ke perbatasan utara untuk menghentikan perdagangan narkoba.
Baca Juga
Trump Tunda Tarif Perdagangan Meksiko, Koin-koin Kripto 'Rebound'
Sementara itu, Kanada telah merespons dengan mengancam akan memberlakukan tarif balasan terhadap AS, sedangkan Meksiko sedang mempertimbangkan untuk mengenakan bea masuk pada barang-barang AS, dan pemerintah China mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Investor juga menantikan berbagai data manufaktur dan ketenagakerjaan sepanjang pekan ini.
Pada hari Selasa, laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS), yang mencakup semua posisi pekerjaan yang tersedia pada hari kerja terakhir bulan tersebut, akan dirilis. Investor juga akan memantau pidato Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic dan Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly.
Laporan nonfarm payrolls untuk Januari akan dirilis pada hari Jumat dan akan memberikan gambaran tentang kondisi ketenagakerjaan tahun 2025. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa 175.000 pekerjaan telah ditambahkan bulan lalu, sementara tingkat pengangguran diprediksi tetap tidak berubah di angka 4,1%.

