Trump Kritik Keras Powell, Yield USTreasury 10-Tahun Melonjak
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melonjak pada Senin (21/4/2025) saat investor mempertimbangkan kekhawatiran atas tarif serta komentar Presiden Donald Trump yang mengkritik Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Imbal hasil Treasury acuan 10 tahun naik 8 basis poin menjadi 4,409%. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2 tahun turun 3 basis poin menjadi 3,764%.
Trump pada hari Senin meningkatkan serangannya terhadap Powell, menyebutnya sebagai “pecundang besar” dan mendesaknya untuk segera menurunkan suku bunga dalam sebuah unggahan di Truth Social.
“Dengan biaya-biaya ini menurun sangat baik, persis seperti yang saya prediksi akan terjadi, hampir tidak ada inflasi, tapi bisa saja terjadi perlambatan ekonomi kecuali ‘Mr too late’, seorang pecundang besar, menurunkan suku bunga, sekarang,” tulis Trump. Dia menyindir Powell sebagai ‘pecundang’ yang sangat lamban.
Ketegangan yang meningkat ini juga berdampak pada pasar lainnya. Saham mengalami penurunan, sementara dolar mencapai level yang belum terlihat dalam tiga tahun terakhir. Emas, di sisi lain, melonjak ke rekor tertinggi di atas $3.400 per ons.
Baca Juga
“Pendekatan Presiden Trump yang semakin konfrontatif terhadap Ketua The Fed Jerome Powell membuat investor bertanya-tanya apakah mandat inflasi bank sentral akan diabaikan selama masa jabatannya,” tulis José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, seperti dikutip CNBC. Persepsi akan pergeseran bertahap ke arah tingkat kenaikan harga yang tinggi mengaburkan fundamental aset lindung nilai global dan turut mendorong emas mencapai rekor tertinggi lagi.
Trump pada hari Jumat juga melontarkan serangan lain terhadap Powell karena tidak menurunkan suku bunga. Presiden menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan kebijakan ekonomi Powell dalam sesi tanya jawab dengan wartawan.
Baca Juga
Trump Kembali Desak The Fed Pangkas Suku Bunga, Isyaratkan ‘Pemecatan’ Powell
“Jika kita memiliki Ketua The Fed yang memahami apa yang ia lakukan, suku bunga juga akan turun. Ia seharusnya menurunkannya [suku bunga].” kata Trump, merujuk pada beberapa contoh penurunan harga.
Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menambahkan pada hari Jumat bahwa presiden dan timnya tengah mempelajari apakah pemecatan terhadap Powell merupakan opsi yang memungkinkan.
Powell pekan lalu telah menyuarakan peringatan tentang risiko pertumbuhan dan inflasi sebagai dampak dari tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump. Ia menggambarkan sebuah skenario di mana AS bisa kesulitan menyeimbangkan antara kebutuhan untuk meredam inflasi dan mendukung pertumbuhan.

