Yield USTreasury Turun di Tengah Retorika Tarif Trump
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun pada hari Rabu (26/02/2025). Kekhawatiran atas meningkatnya perang dagang dan pertumbuhan ekonomi yang lemah mendorong para trader untuk membeli obligasi, sehingga menaikkan harga.
Baca Juga
Sinyal Perlambatan Ekonomi AS, Yield USTreasury 10-Tahun Anjlok
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 4,256%. Sedangkan, imbal hasil Treasury 2 tahun turun 2 basis poin menjadi 4,074%.
Retorika Presiden Donald Trump mengenai kebijakan perdagangan AS memicu kekhawatiran di pasar terkait pertumbuhan ekonomi. Dalam pertemuan kabinet pertamanya pada hari Rabu, Trump berjanji bahwa tarif terhadap Kanada dan Meksiko, dua dari tiga mitra dagang terbesar AS, akan mulai berlaku setelah periode penangguhan selama satu bulan. Ia juga berjanji akan segera memperluas cakupan tarif dengan mengenakan bea masuk sebesar 25% pada barang-barang dari Uni Eropa.
Baca Juga
Data perumahan yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa penjualan rumah baru turun 10,5% menjadi 657.000 unit pada Januari, jauh di bawah konsensus ekonom sebesar 671.000 yang disurvei oleh Dow Jones, serta lebih rendah dari revisi naik 734.000 pada Desember.
Ini merupakan laporan terbaru dalam serangkaian data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks kepercayaan konsumen Februari dari The Conference Board berada jauh di bawah ekspektasi. Penjualan rumah yang sudah ada juga mengalami penurunan, dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global tidak memenuhi estimasi para ekonom.
Baca Juga
Kepercayaan Konsumen AS Merosot, Sinyal Perlambatan Ekonomi?
"Data ekonomi yang melemah mendorong investor keluar dari ekuitas dan masuk ke obligasi," jelas Mark Hackett, kepala strategi pasar di Nationwide, seperti dikutip CNBC.
Peristiwa besar dalam minggu ini adalah rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Januari, indikator inflasi favorit Federal Reserve, yang dijadwalkan akan dipublikasikan pada Jumat pagi. PCE ini akan memberikan petunjuk mengenai keputusan kebijakan moneter bank sentral dan kemungkinan jalur pemotongan suku bunga di masa mendatang.

