Sinyal Perlambatan Ekonomi AS, Yield USTreasury 10-Tahun Anjlok
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil USTreasury 10 tahun merosot ke level terendah sejak Desember 2024 karena semakin banyak tanda yang menunjukkan bahwa ekonomi AS kemungkinan melambat. Hal ini mendorong para trader memborong aset pendapatan tetap.
Baca Juga
Kepercayaan Konsumen AS Merosot, Sinyal Perlambatan Ekonomi?
Imbal hasil Treasury 10 tahun anjlok hampir 10 basis poin menjadi 4,294%, sementara imbal hasil Treasury 2 tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 4,098%.
Survei kepercayaan konsumen terbaru dari Conference Board mencatat angka 98,3 pada Februari, lebih rendah dari perkiraan konsensus ekonom sebesar 103,0 dan turun dari 105,3 pada bulan sebelumnya.
Federal Reserve Philadelphia melaporkan bahwa indeks sektor jasa turun tajam ke -12,9 pada Februari, level terendah sejak April 2023, dari 2,2 pada Januari, sementara indeks pendapatan turun 15 poin menjadi -12,7, level terendah sejak Mei 2020.
"Ekonomi akan segera kehilangan pijakan karena kebijakan Washington menyebabkan kepercayaan konsumen anjlok dengan cepat. Ekonomi akan mengalami pendaratan keras tahun ini," kata Chris Rupkey, kepala ekonom di FWDBonds," seperti dikutip CNBC.
Kekhawatiran juga meningkat terkait kemungkinan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif pada dua dari tiga mitra dagang terbesar AS. Trump mengatakan pada Senin bahwa tarif atas Kanada dan Meksiko "akan tetap dilanjutkan" setelah batas waktu penundaan selama sebulan berakhir pekan depan.
Data ekonomi Selasa ini juga menyusul serangkaian laporan ekonomi yang goyah pekan lalu. Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun lebih dari yang diperkirakan pada Februari, sementara penjualan rumah yang sudah ada mengalami penurunan pada Januari. Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global untuk Februari juga meleset dari perkiraan ekonom, yang semakin menambah kekhawatiran tentang laju ekspansi ekonomi AS.
Baca Juga
Masih di Atas Target Fed, Inflasi Inti PCE AS Desember Naik 2,8% YoY
Para trader kini menantikan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Januari yang akan dirilis pada Jumat. Sebagai indikator inflasi favorit Federal Reserve, angka ini berperan penting dalam membentuk keputusan suku bunga bank sentral. Komite kebijakan The Fed dijadwalkan bertemu untuk menentukan suku bunga dalam tiga minggu ke depan, pada 18-19 Maret.
Awal bulan ini, setelah laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari yang lebih kuat dari perkiraan, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru untuk kembali menurunkan suku bunga setelah memangkas suku bunga acuan sebesar satu poin persentase, ke kisaran 4,25% - 4,50%, dari September hingga Desember tahun lalu.
Baca Juga
Powell Ingatkan Target Inflasi, Harapan Pemangkasan Bunga Fed Memudar

