Yield USTreasury Turun di Tengah Risiko ‘Shut Down’ Pemerintah AS
NEW YORK, investortrust.id – Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun pada Senin (29/9/2025), di tengah kewaspadaan investor menunggu rilis data ketenagakerjaan September yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Federal Reserve.
Baca Juga
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 4 basis poin ke level 4,145%, sementara tenor 2 tahun turun tipis ke 3,635%. Penurunan paling tajam terjadi pada tenor 30 tahun yang melemah lebih dari 5 basis poin ke 4,711%.
Laporan nonfarm payrolls (NFP) September akan dirilis Jumat pagi waktu Washington. Konsensus pasar memperkirakan tambahan 59.000 lapangan kerja, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,3%. Namun sejumlah ekonom tidak menutup kemungkinan hasil negatif.
“Jika data ketenagakerjaan masih kuat, pasar bisa khawatir pemangkasan suku bunga tidak akan datang. Sebaliknya, jika data runtuh, risiko resesi makin besar,” ujar Marta Norton, Chief Investment Strategist Empower Investments, seperti dikutip CNBC.
Selain laporan NFP, pasar juga menunggu data lowongan kerja JOLTS pada Selasa dan klaim pengangguran mingguan pada Kamis.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
Rilis laporan ketenagakerjaan bergantung pada apakah penutupan pemerintah (shut down) dapat dihindari sebelum 30 September, karena Demokrat dan Republik tetap terpecah mengenai rancangan undang-undang pendanaan federal.

