Gonjang Ganjing Politik Landa Korea Selatan dan Prancis, Pasar Asia-Pasifik Bergerak Bervariasi
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik mencatat pergerakan beragam pada Kamis (5/12/2024), di tengah gonjang ganjing politik global.
Baca Juga
Dipicu Gejolak Politik, Pasar Saham Korea Selatan Dibuka Anjlok
Investor terus mencermati perkembangan situasi politik di Korea Selatan dan Prancis. Kurang dari sehari setelah mengumumkan darurat militer, anggota parlemen di Korea Selatan mengajukan mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol.
Ketua Partai Kekuasaan Rakyat (People Power Party) yang dipimpin Yoon, Han Dong-hoon, mengatakan pada Kamis bahwa partainya akan berupaya menentang mosi tersebut, seperti dilaporkan Yonhap News Agency. Sementara itu, kantor Yoon melalui email kepada NBC News menegaskan bahwa deklarasi darurat militer oleh Yoon adalah konstitusional. Pemungutan suara terhadap mosi tersebut dapat dilakukan secepatnya pada Jumat.
Baca Juga
Gawat, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Tetapkan Darurat Militer
Sementara itu, pada Rabu, parlemen Prancis meloloskan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Michel Barnier. Barnier sebelumnya menggunakan kekuasaan konstitusional khusus untuk mengesahkan rancangan anggaran tanpa persetujuan parlemen, yang memicu kontroversi besar.
Baca Juga
Mosi Tidak Percaya Tumbangkan Pemerintah Prancis, Picu Ketidakpastian Ekonomi
Kinerja Pasar Asia-Pasifik
Ekonomi Korea Selatan pada kuartal ketiga tercatat tumbuh 0,1% secara kuartalan dan 1,5% secara tahunan, sesuai dengan estimasi awal.
Pasar Korea Selatan dibuka lebih tinggi tetapi kehilangan momentum. Indeks Kospi turun 0,39%, sementara Kosdaq melemah 0,69%.
Dikutip dari CNBC, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,22%. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 0,88% dan Topix naik 0,27%.
Futures indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,85%, sedangkan indeks CSI 300 di China daratan turun tipis 0,04%.
Di Amerika Serikat pada Rabu, semua indeks utama mencatat level tertinggi sepanjang masa selama sesi perdagangan dan ditutup di rekor baru, dengan saham teknologi memimpin kenaikan. Dow Jones Industrial Average naik 308,51 poin (0,69%) menjadi 45.014,04, melampaui angka 45.000 untuk pertama kalinya.
Indeks S&P 500 naik 0,61% ke 6.086,49. Nasdaq Composite, yang didominasi teknologi, melonjak 1,3% ke 19.735,12.
Baca Juga
Wall Street Menyala! Dow Tembus 45.000, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Kenaikan ini terjadi saat investor mencerna pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa kekuatan ekonomi AS saat ini memungkinkan bank sentral untuk bersikap "sedikit lebih hati-hati."
Investor juga menantikan laporan tingkat pengangguran AS untuk November yang akan dirilis Jumat, yang dapat memberikan wawasan tentang langkah kebijakan Fed. Keputusan suku bunga berikutnya akan diambil dalam dua minggu, dan pasar memperkirakan peluang sekitar 78% untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), menurut alat FedWatch dari CME Group.

