Wall Street Menyala! Dow Tembus 45.000, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS terus menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (5/12/2024). Indeks Dow Jones tembus 45.000 pertama kali. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi, dipimpin oleh kenaikan saham teknologi.
Baca Juga
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru di Tengah Penguatan Tipis Wall Street
Indeks pasar luas S&P 500 naik 0,61%, ditutup pada 6.086,49, sementara Nasdaq Composite yang berorientasi teknologi melonjak 1,3% ke 19.735,12. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 308,51 poin, atau 0,69%, menjadi 45.014,04. Ketiga indeks utama mencapai rekor tertinggi selama sesi perdagangan dan ditutup dengan rekor baru, dengan Dow yang terdiri dari 30 saham menembus ambang 45.000 untuk pertama kalinya.
Saham Salesforce melonjak hampir 11% setelah perusahaan tersebut melaporkan pendapatan kuartal ketiga fiskal yang melampaui perkiraan. Sementara itu, produsen chip Marvell mencatat kinerja yang mengalahkan ekspektasi pendapatan dan memberikan panduan kuat untuk kuartal keempat, naik sebesar 23%. Kenaikan ini merupakan performa harian terbaiknya sejak 26 Mei 2023.
Pergerakan tersebut mendorong Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) ke rekor tertinggi pertamanya sejak Juli, dengan kenaikan harian sebesar 1,8%.
"Orang-orang mengatakan perdagangan teknologi sudah selesai. Jika Anda melihat kinerja sektor ini, saham-sahamnya memang tertinggal sejak Juli, tetapi itu tidak berarti mereka tidak bisa melaju kembali," kata Nancy Tengler, CEO Laffer Tengler Investments, kepada CNBC. Menurut dia, argumentasi pasar yang semakin luas itu bagus, tetapi bukan berarti teknologi tidak bisa mengungguli sektor lain.
Pergerakan pada hari Rabu terjadi saat investor menunggu data ketenagakerjaan baru AS yang akan dirilis Jumat. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan ekonomi AS menambah 214.000 pekerjaan pada bulan November.
Laporan yang dirilis pada Rabu oleh ADP menunjukkan bahwa pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada November lebih rendah dari yang diharapkan. Perusahaan hanya menambah 146.000 posisi bulan lalu, sementara perkiraan dari ekonom adalah 163.000 posisi baru.
Data ini dapat memberikan wawasan bagi investor tentang langkah kebijakan berikutnya dari Federal Reserve. Pasar menunjukkan sedikit reaksi pada hari Rabu setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan ekonomi cukup kuat untuk memungkinkan bank sentral berhati-hati dalam pemotongan suku bunga.
Baca Juga
Pasar Perkirakan Suku Bunga Turun 25 Bps, Powell : The Fed Masih Berhati-hati
"Pasar tenaga kerja lebih baik, dan risiko penurunan tampaknya lebih kecil di pasar tenaga kerja. Pertumbuhan jelas lebih kuat dari yang kami perkirakan, dan inflasi sedikit lebih tinggi. Jadi kabar baiknya adalah kami bisa lebih berhati-hati saat mencoba menemukan titik netral," katanya dalam diskusi di New York.

