Dipicu Gejolak Politik, Pasar Saham Korea Selatan Dibuka Anjlok
SEOUL, investortrust.id - Pasar saham Korea Selatan (Korsel) dibuka melemah pada Rabu (4/12/2024) setelah gejolak politik yang terjadi sebelumnya. Presiden Yoon Suk Yeol sempat menerapkan darurat militer dan kemudian mencabut status itu hanya dalam beberapa jam.
Baca Juga
Gawat, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Tetapkan Darurat Militer
Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korsel turun 0,95%, sementara Kosdaq melemah 0,9%. Keduanya memangkas sebagian kerugian setelah laporan tentang kemungkinan penyuntikan dana untuk menstabilkan pasar.
Menurut kantor berita Yonhap, regulator keuangan Korea Selatan telah bersiap untuk mengalokasikan dana stabilisasi pasar saham sebesar 10 triliun won (setara $7,07 miliar) kapan saja guna meredakan kekhawatiran pasar.
Di tengah kekhawatiran ketidakstabilan finansial, Dewan Kebijakan Moneter Bank of Korea dijadwalkan mengadakan rapat luar biasa sekitar pukul 9 pagi waktu setempat.
Pasar Asia-Pasifik lainnya dibuka bervariasi saat investor mencerna perkembangan di Korea Selatan. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,4% saat pembukaan. S
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,2%, dengan indeks Topix bergerak datar. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 19.785, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir HSI di 19.746,32.
Di AS, saham Korea Selatan sempat mengalami fluktuasi besar akibat gejolak politik yang mengguncang negara ekonomi terbesar ke-13 dunia itu.
Baca Juga
Presiden Yoon Suk Yeol Cabut Darurat Militer, Saham Korsel Berangsur Pulih
ETF iShares MSCI South Korea (EWY), yang melacak lebih dari 90 perusahaan besar dan menengah Korea Selatan, sempat anjlok hingga 7% ke level terendah dalam 52 minggu terakhir. Namun, ETF tersebut berhasil memangkas kerugian dan ditutup turun 1,6% pada hari Selasa, setelah Presiden Yoon mengumumkan pencabutan darurat militer menyusul keputusan Majelis Nasional yang membatalkan perintah tersebut.
Baca Juga
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru di Tengah Penguatan Tipis Wall Street
Sementara itu, di Wall Street, indeks S&P 500 naik tipis 0,05%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,4%, dengan keduanya mencetak rekor penutupan baru. Indeks Dow Jones, yang berisi 30 saham, menjadi yang terlemah dengan penurunan hampir 0,2%.

