Begini Jurus Bank Mandiri (BMRI) Jaga Pertumbuhan Bisnis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya mengantisipasi tantangan perekonomian yang dipengaruhi ketidakpastian global, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memiliki sejumlah fokus demi menjaga pertumbuhan bisnis tetap positif.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengungkapkan, pihaknya akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian dengan fokus pada pertumbuhan kredit yang berkualitas, penguatan manajemen risiko, serta pemanfaatan ekosistem dan kapabilitas dari digital banking.
“Dengan fundamental yang solid dan buffer risiko yang memadai, kami sangat optimis bahwa Bank Mandiri dapat terus tumbuh secara berkelanjutan sekaligus menjalankan perannya sebagai agent of development dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, dalam Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri secara daring, Kamis (5/2/2025).
Riduan mengatakan, meski saat ini kebijakan moneter di dalam negeri telah bergerak lebih akomodatif, transmisi penurunan suku bunga ke sektor riil masih berlangsung secara bertahap sehingga dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan pembiayaan belum merata.
“Memasuki awal 2026 ini tantangan yang kami cermati masih berasal dari ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda. Di dalam negeri meskipun kebijakan moneter sudah lebih akomodatif, transmisi penurunan suku bunga ke sektor riil masih bertahap sehingga dampaknya ke aktivitas ekonomi dan pembiayaan belum merata,” katanya.
Baca Juga
Bank Mandiri Setor Dividen Rp 225 Triliun dalam 25 Tahun, Pajak Rp 277 Triliun
Secara industri, lanjut Riduan, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) masih terjaga di level 2,21% per November 2025. Meski begitu, Bank Mandiri tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap pelemahan permintaan dan fluktuasi harga.
“Karena itu di Bank Mandiri secara konsisten mengarahkan penyaluran kredit itu ke sektor-sektor yang prospektif dan punya resiliensi yang mumpuni,” katanya
“Didukung dengan disiplin daripada Bank Mandiri yang mempunyai kemampuan underwriting yang baik dan pemantauan portofolio yang ketat,” sambung Riduan.
Langkah tersebut tercermin pada kualitas aset Bank Mandiri yang tetap solid. Hingga saat ini NPL bank berkode saham BMRI ini terjaga di bawah 1%.
“NPL coverage ratio yang kami bentuk masih cukup kuat dengan angka 253% sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penurunan kualitas aset dan tekanan daripada risiko ekonomi ke depan,” ucap Riduan.
Baca Juga

