Laba Bank Mandiri Lampaui Ekspektasi Jadi Rp 48,5 Triliun dan Kredit Rp 1.895 Triliun di 2025, Ini Faktor Pendukungnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sepanjang tahun 2025 mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Hal ini salah satunya tercermin dari penyaluran kredit secara konsolidasi yang tumbuh 13,4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1.895 triliun. Adapun dari sisi laba, bank dengan logo pita emas itu membukukan laba bersih Rp 56,3 triliun, naik 0,93% yoy dari sebelumnya Rp 55,78 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih senilai Rp 106 triliun dengan tren positif seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid.
Penguatan profitabilitas juga berasal dari diversifikasi sumber pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5% YoY menjadi Rp 48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang.
“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” ujar Riduan dalam Paparan Kinerja Keuangan 2025 Bank Mandiri, secara daring, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga
Pacu Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas
Sementara itu, realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis sejalan upaya Bank Mandiri berkontribusi untuk perekonomian nasional, ekonomi kerakyatan serta penciptaan lapangan kerja. Di mana, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh kuat hingga 4,88% YoY sepanjang 2025, di saat pertumbuhan Kredit UMKM industri melambat. Hal ini menegaskan peran Bank Mandiri dalam mendukung 1,3 juta pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Riduan mengatakan, pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” katanya.
Lebih lanjut, kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025 seiring penerapan manajemen risiko yang disiplin dan selektif pada seluruh segmen pembiayaan. Kondisi ini tercermin pada rasio non performing loan (NPL) gross sebesar 0,96% di akhir 2025, yang berada di bawah rata-rata industri dan konsisten menunjukkan tren perbaikan secara gradual.
Bank berkode emiten BMRI ini menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 2.105,8 triliun, tumbuh 23,9% YoY. Struktur pendanaan juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6% YoY menjadi Rp 1.431,4 triliun sehingga likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” imbuh Riduan.
Baca Juga
Riduan menambahkan, Bank Mandiri juga terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui dukungan pembiayaan dan penguatan ekosistem yang terintegrasi pada berbagai program prioritas nasional. Fokus tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan produktif, mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing, serta memperkuat ekonomi kerakyatan yang menjadi fondasi pertumbuhan nasional yang inklusif.
Sepanjang 2025, dukungan tersebut terealisasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 41 triliun kepada 360 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Penyaluran ini tetap dijalankan secara terukur dengan kualitas aset yang terjaga, sejalan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Konsensus Analis
Laba Bank Mandiri tercatat melampaui ekspektasi. Pasalnya berdasarkan konsensus analis Bloomberg, laba bersih Bank Mandiri pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp 51,3 triliun, turun sekitar 8% secara tahunan dibandingkan realisasi laba 2024 sebesar Rp 55,78 triliun. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi Rp 1.803,6 triliun, dibandingkan Rp 1.670,5 triliun atau tumbuh sekitar 7,97% YoY. Di mana, rasio kredit bermasalah (NPL) pada 2025 diperkirakan berada di level 1,17%, relatif stabil dibandingkan 1,12%.
Untuk informasi, Bank Mandiri kini tidak lagi melakukan konsolidasi atas laporan keuangan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI. Meski demikian, Bank Mandiri menegaskan bahwa tidak terdapat perubahan kepemilikan saham perseroan di BSI.
Berdasarkan laporan kinerja entitas anak perseroan dalam presentasi Bank Mandiri, BSI menyumbang laba bersih terbesar dengan nilai mencapai Rp 5,56 triliun per September 2025, tumbuh dari Rp 5,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi aset, BSI yang sahamnya dimiliki 51,47% oleh Bank Mandiri mencatat total aset Rp 416,57 triliun hingga September 2025, naik 4,14% secara kuartalan (QoQ) dan tumbuh 12,40% secara tahunan (YoY). Dengan capaian tersebut, BSI menyumbang sekitar 70,1% dari total aset seluruh entitas anak Bank Mandiri yang mencapai Rp 593,83 triliun.
Dari jumlah itu, aset individu Bank Mandiri sebesar Rp1.919,66 triliun, yang berarti BSI sebagai anak usaha menyumbang sekitar Rp 400,88 triliun atau lebih dari 16% dari aset konsolidasi. Total aset gabungan seluruh anak usaha Bank Mandiri mencapai Rp 593,83 triliun per September 2025, tumbuh 9,05% secara tahunan. Adapun, Bank Mandiri diketahui sebagai bank pelat merah yang memiliki aset terbesar.

