Jurus Bank Mandiri (BMRI) Jaga Posisi Sebagai Raja Pembiayaan Hijau Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengklaim sebagai pemmpin pasar pembiayaan hijau di Indonesia. Hingga Maret 2026, kredit berkelanjutan perseroan tumbuh 8,8% secara year on year (yoy) menjadi Rp 320 triliun, dengan porsi pembiayaan hijau mencapai Rp 160 triliun.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengungkapkan, capaian tersebut menempatkan pihaknya sebagai pemegang pangsa pasar pembiayaan hijau terbesar di Tanah Air, dengan market share lebih dari 30%, melampaui tiga bank nasional lainnya.
“Ke depan kami optimis pembiayaan pada sektor ini akan tumbuh di Bank Mandiri di sekitar 7%-9% (yoy),sejalan dengan target pertumbuhan kredit bank only,” ujarnya, dalam Paparan Kinerja Kuartal I 2026 Bank Mandiri secara daring, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga
Begini Upaya Bank Mandiri (BMRI) Antisipasi Ketidakpastian Global
Di tengah dinamika kondisi makroekonomi domestik dan global, lanjut Henry, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. Bank berkode saham BMRI ini menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset agar ekspansi tetap sehat, terukur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta perekonomian nasional.
Optimisme tersebut ditopang oleh pipeline pembiayaan yang solid, di mana sekitar 77% berasal dari sektor-sektor yang selaras dengan agenda pembangunan nasional. Sektor tersebut meliputi pembiayaan proyek, ketahanan energi, seperti transportasi ramah lingkungan, pengembangan energi terbarukan, serta peningkatan efisiensi energi.
Selain itu, kata dia, Bank Mandiri juga memperkuat pembiayaan eco efficient products yang mendorong efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur melalui proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga
Konsisten Tumbuh Berkelanjutan, Bank Mandiri Jadi Perusahaan Terbaik Indonesia Versi TIME
Perseroan turut mendukung pembiayaan perumahan inklusif melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di lain sisi, penguatan pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan mikro produktif, juga menjadi fokus dalam memperluas inklusi keuangan dan mendorong dampak ekonomi yang lebih luas.
Untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pembiayaan hijau, kata Henry, Bank Mandiri menjalankan tiga strategi utama, yaitu penguatan kualitas pipeline, optimalisasi posisi dalam ekosistem nasabah secara menyeluruh, serta ekspansi selektif pada sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang sejalan dengan prioritas nasional.
“Di samping itu Bank Mandiri sangat aktif berpartisipasi dalam berbagai focus group discussion, round table discussion dan pilot project bersama dengan regulator, pembuat kebijakan dan kementerian, katanya.
Keterlibatan ini mencakup inisiasi strategis seperti pengembangan proyek waste to energy, yang membuka peluang eksplorasi skema pembiayaan baru di sektor prioritas nasional.
“Dengan pendekatan tersebut, Bank Mandiri tidak hanya menjaga pangsa pasar, tapi juga memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” ucap Henry.

