Jaga Pertumbuhan Kinerja di 2025, Ini Strategi Bank Mandiri (BMRI)
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk optimistis dapat mempertahankan kinerja keuangan yang positif di 2025, dengan mengembangkan ekspansi bisnis yang sehat serta profitabilitas yang terjaga.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), laba dan lainnya.
“Di tahun 2025 kami proyeksikan laba akan tetap tumbuh positif. Kami juga memastikan bahwa pertumbuhan laba yang berkelanjutan akan kami fokuskan berasal dari keseimbangan antara ekspansi bisnis yang sehat serta profitabilitas yang terjaga,” ujarnya, dalam konferensi pers paparan kinerja Bank Mandiri kuartal IV 2024, secara daring, Rabu (5/2/2025).
Dari sisi kredit, lanjut Sigit, bank berkode saham BMRI ini akan menargetkan pertumbuhan di atas rata-rata industri dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perseroan akan fokus pada sektor-sektor yang memiliki prospek kuat dan resiliensi tinggi, seperti industri makanan dan minuman, jasa kesehatan, telekomunikasi, dan energi.
“Pertumbuhan kredit ini akan didorong, baik (dari) segmen wholesale maupun ritel untuk mengoptimalkan portofolio kami dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katanya.
Baca Juga
Perkuat Digitalisasi, Bank Mandiri Siapkan Capex IT Rp 3 Triliun di 2025
Sementara itu, dalam menghimpun DPK, Bank mandiri juga menargetkan pertumbuhan di atas rata-rata industri. Bahkan, menargetkan lebih tinggi dari pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara keseluruhan, dengan tujuan untuk menjaga likuiditas agar tetap optimal.
“Kami akan fokus pada CASA (current account and saving account/dana murah) transaksional dengan mendorong transaksi nasabah, baik wholesale maupun ritel untuk menjaga cost of fund (biaya dana) tetap rendah,” ucap Sigit.
“Terutama melalui strategi pertumbuhan yang berbasis ekosistem dan optimalisasi dari digital platform yang kami miliki seperti Livin dan Kopra,” sambung dia.
Baca Juga
Kemudian untuk menjaga kualitas aset, dikatakan Sigit, Bank Mandiri berkomitmen untuk menjaga rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap stabil dengan memperkuat manajemen risiko, menerapkan pendekatan selektif dalam penyaluran kredit, serta melakukan diversifikasi yang lebih baik untuk mengurangi risiko konsentrasi.
“Oleh karena itu, kami menargetkan rasio NPL yang tetap terjaga stabil di tahun 2025. Ini sangat penting untuk kami dalam menjaga aset yang berkualitas sebagai komponen penting untuk menopang profitabilitas yang sustain ke depan,” ujar Sigit.
Sekadar informasi, hingga penghujung 2024, Bank Mandiri mencatatkan kinerja positif. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih yang mencapai Rp 55,78 triliun di tahun lalu, tumbuh 1,31% dibanding 2023 yang tercatat Rp 55,06 triliun.
Lalu untuk pertumbuhan kredit tercatat 19,5%, dari Rp 1.398,07 triliun pada 2023 menjadi Rp 1.670,55 triliun di tahun lalu. Naiknya kredit sejalan dengan NPL gross yang terjaga pada level 0,97% pada 2024. Penghimpunan DPK juga tumbuh 7,73% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.698,90 triliun di 2024.

