Harga Bitcoin Sentuh Titik Terendah 6 Bulan di Tengah Arus Keluar ETF dan Kekhawatiran Inflasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Harga Bitcoin (BTC) kembali anjlok dan menyentuh level terendah dalam enam bulan di posisi US$ 94.000-an pada Sabtu (15/11/2025) dini hari waktu Asia, setelah merosot cukup tajam sejak awal pekan. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi, risiko resesi, serta arus keluar dana dari instrumen kripto.
Penurunan tersebut menghapus posisi long leverage senilai US$ 900 juta, atau kurang dari 2% dari total open interest. Meski demikian, dampaknya relatif kecil dibandingkan gelombang likuidasi 10 Oktober lalu yang memicu penurunan 22% open interest akibat kondisi likuiditas yang tipis.
Kecemasan pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pemangkasan tarif sebagai langkah menekan biaya pangan, yang justru memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang semakin tinggi. Kepala penasihat ekonomi Allianz, Mohamed El-Erian, memperingatkan risiko resesi kini meningkat seiring kelompok masyarakat berpendapatan rendah semakin tertekan oleh krisis keterjangkauan.
Baca Juga
Melansir Cointelegraph, Sabtu (15/11/2025) di pasar derivatif, premi berjangka Bitcoin berada di kisaran 4% dan masih di bawah batas netral 5%. Permintaan untuk posisi bullish bersifat moderat. Data menunjukkan whale dan market maker di Binance meningkatkan posisi long sejak harga jatuh di bawah US$ 100.000, sedangkan whale di OKX justru menutup posisi bullish setelah harga gagal bertahan di level support US$ 98.000.
Pelemahan Bitcoin turut dipengaruhi gejolak di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Sejumlah raksasa teknologi dengan valuasi di atas US$ 20 miliar tercatat merosot lebih dari 15% sejak 5 November, termasuk CoreWeave, Ubiquiti, Nebius Group, Symbiotic, dan Super Micro Computer. Investor menahan risiko hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai prospek ekonomi global.
Baca Juga
OJK Siapkan Dua Bursa Kripto Baru, Tokocrypto: Persaingan Sehat Untungkan Pengguna
Dari pasar institusional, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih US$ 1,15 miliar dalam dua hari terakhir, kurang dari 1% total aset kelolaan. Tekanan jual juga muncul dari satu pemilik Bitcoin sejak 2011 yang melepas sebagian kepemilikannya, meski analis menyebut fenomena tersebut bersifat terisolasi.
Sementara itu, indikator ketakutan pasar opsi menunjukkan delta skew 10% nyaris stagnan dibandingkan pekan lalu dan masih lebih rendah dari puncak 16% bulan sebelumnya, menandakan pasar opsi relatif tahan terhadap gejolak. Dengan Bitcoin kini terkoreksi 24% dari rekor tertingginya, analis memperkirakan tekanan jual akan berlanjut hingga sentimen makroekonomi membaik.

