OJK Siapkan Dua Bursa Kripto Baru, Tokocrypto: Persaingan Sehat Untungkan Pengguna
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri aset kripto di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat sepanjang 2025, seiring meningkatnya nilai transaksi dan jumlah investor yang terus bertambah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto secara akumulatif telah mencapai Rp 409,56 triliun per Oktober 2025, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Menurut data OJK, Indonesia kini memiliki lebih dari 18,61 juta konsumen investor kripto terdaftar. Seiring dengan pertumbuhan pengguna yang didominasi generasi muda, pemerintah juga terus memperkuat regulasi agar inovasi dan perlindungan konsumen dapat berjalan beriringan.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa momentum pertumbuhan ini turut mendorong semakin banyak lembaga yang mengajukan izin untuk mengelola perdagangan aset digital di Indonesia.
“Saat ini ada dua permohonan perizinan untuk menjadi lembaga bursa kripto, kliring, dan tempat penyimpanan (kustodian) yang sedang dalam proses di OJK,” ujar Hasan dalam keterangan resmi, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga
Dengan dua bursa kripto yang sedang diproses, ekosistem aset digital nasional akan semakin kompetitif. Hingga Oktober 2025, tercatat sudah ada satu bursa resmi, satu lembaga kliring, dua kustodian, serta 25 pedagang aset kripto digital (PAKD) yang beroperasi di bawah pengawasan OJK.
Langkah OJK ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat struktur industri dan memastikan keamanan serta transparansi bagi para investor.
Menanggapi perkembangan tersebut, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai kehadiran dua bursa baru akan menjadi momentum penting untuk membangun industri yang lebih sehat dan berdaya saing.
“Kami menghormati proses yang berjalan oleh OJK. Persaingan antar bursa adalah hal yang positif selama dijalankan secara sehat dan diawasi dengan baik. Dengan adanya lebih dari satu bursa, pengguna akan mendapatkan layanan yang lebih efisien, aman, dan inovatif,” ujar Calvin dalam siaran pers dikutip Jumat (14/11/2025)
Baca Juga
Kekosongan Data Ekonomi AS Guncang Pasar Kripto, Likuidasi Capai Ratusan Juta Dolar
Ia menambahkan, pertumbuhan investor dan volume transaksi mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap aset digital sebagai instrumen investasi masa depan.
“Kami melihat 2026 akan menjadi tahun di mana Indonesia benar-benar mendefinisikan masa depan industri kripto global. Dengan regulasi yang jelas, adopsi pengguna yang masif, dan kolaborasi antara pelaku industri, Indonesia punya semua faktor untuk menjadi pusat ekosistem kripto,” tambahnya.
Dengan dukungan regulasi yang proaktif dan pelaku industri yang berorientasi pada inovasi berkelanjutan, Indonesia dipandang sebagai pasar strategis bagi proyek-proyek global yang ingin mengembangkan teknologi Web3 di Asia Tenggara.
“Fokus ke depan bukan hanya pada pertumbuhan, tapi juga membangun kepercayaan jangka panjang. Industri kripto Indonesia akan kuat jika seluruh ekosistem, regulator, pelaku usaha, dan komunitas, berjalan dalam arah yang sama,” tutup Calvin.

