ETF Bitcoin Spot Catatkan Arus Keluar Terbesar Sepanjang Sejarah, Harga Bitcoin ‘Sideways'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga aset kripto Bitcoin (BTC) terpantau bergerak menyamping (sideways) dalam rentang harga US$ 88.000 - US$ 90.000 selama beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya kehati-hatian trader terhadap aset berisiko.
“Volatilitas yang tinggi dalam beberapa sesi terakhir telah menggeser persepsi pasar terhadap Bitcoin, yang kini lebih dipandang sebagai aset teknologi berisiko daripada instrumen lindung nilai (safe haven),” ucap Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Jumat (23/1/2026).
Tekanan jual diperparah oleh kondisi pasar ETF Bitcoin Spot AS yang menghadapi rekor arus keluar (outflow) terbesar sepanjang sejarah, dengan total mencapai US$ 1,19 miliar dalam periode 20-21 Januari 2026. Berdasarkan data dari SoSoValue aksi jual masif ini justru didorong oleh institusi raksasa, seperti BlackRock dan Fidelity yang menyumbang porsi terbesar terhadap penurunan likuiditas tersebut.
Baca Juga
Ancaman Tarif AS Guncang Pasar Global, Bitcoin Turun ke Level Terendah Dua Pekan
Di sisi makro, gejolak pada pasar obligasi pemerintah Jepang telah memicu lonjakan biaya pinjaman global, sehingga pasar kini fokus menanti pernyataan kebijakan Bank of Japan (BoJ) hari ini.
Di saat yang sama, rilis data inflasi personal consumption expenditures (PCE) terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan FOMC 27-28 Januari mendatang.
Baca Juga
Michael Saylor Isyaratkan Pembelian Bitcoin Lebih Besar di 2026, Ini Alasannya
Hari ini, Panji memprediksi bahwa Bitcoin akan bergerak di kisaran US$ 89.000 - US$ 91.500 dan Ethereum berpotensi berada dalam rentang harga US$ 2.900 - US$ 3.150.
Mengutip data coinmarketcap.com, Bitcoin tengah diperdagangkan pada harga US$ 89.146 pada pukul 18:44 WIB. Panji menyebut, Bitcoin melemah 0,28% dalam 24 jam terakhir bertengger di kisaran US$ 89.600 atau Rp 1,51 miliar, dengan kecenderungan sideways.
Dominasi pasar BTC kini berada di level 59,85%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga turun 0,65% turun ke level US$ 2,99 triliun.

