Pasar Kripto Anjlok Meski 'Shutdown' AS Berakhir, Ethereum Terjun 10% dan Bitcoin Sentuh Level Terendah Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan hingga mencapai level US$ 97.000-an pada Jumat (14/11/2025). Penurunan ini terjadi meskipun penutupan atau shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) telah berakhir.
Presiden AS Donald Trump, resmi menandatangani undang-undang untuk membuka kembali pemerintahan federal, mengakhiri shutdown terpanjang dalam sejarah AS selama 43 hari. RUU pendanaan ini diloloskan oleh house of representatives AS (DPR) dengan suara 222 setuju dan 209 menolak.
“Keputusan ini memulihkan pendanaan lembaga federal dan memastikan pembayaran kembali bagi ratusan ribu pekerja,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Jumat (14/11/2025).
Kejatuhan harga Bitcoin yang memimpin sell off kripto secara luas, memicu likuidasi besar-besaran di pasar leveraged dengan total lebih dari US$ 728 juta dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Lebih dari US$ 584 juta dari kerugian tersebut berasal dari posisi long, menunjukkan tekanan jual yang tiba-tiba.
Baca Juga
“Pasar menunjukkan ketidakpastian yang meningkat pasca resolusi shutdown karena White House mengkonfirmasi indikator ekonomi kunci, seperti CPI dan laporan pekerjaan kemungkinan besar tidak akan pernah dirilis,” menurut Panji.
Dari struktur teknikal saat ini, Bitcoin disebut telah bergerak di bawah level US$ 100.000 dan membuka peluang besar bagi BTC untuk turun mengisi gap di sekitar US$ 97.000. Jika berhasil rebound maka harga aset berisiko ini dipercaya dapat kembali melewati level US$ 100.000.
“Jika level ini jebol, zona demand kuat berikutnya yang menjadi target adalah antara US$ 91.000 hingga US$ 93.000,” imbuhnya.
Sementara khusus hari ini, Panji menyebut bahwa Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 97.000 - US$ 103.000 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 3.500 - US$ 3.800.
Baca Juga
Di Tengah Volatilitas Pasar, MicroStrategy Tambah Kepemilikan Bitcoin Jadi 641.692 BTC
Berdasarkan data Coinmarketcap, siang ini, sebagian besar aset kripto berkapitalisasi besar (blue chip) mencatatkan koreksi signifikan, meskipun sempat mengalami penguatan tipis dalam perdagangan satu jam terakhir.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level US$ 97.517, turun 6,08% dalam 24 jam, dan melemah 4,33% dalam sepekan, meskipun naik 0,52% pada perdagangan 1 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar US$ 1,94 triliun.
Aset kripto terbesar kedua, Ethereum (ETH), juga mencatat penurunan tajam. ETH bergerak di level US$ 3.211, anjlok 9,45% dalam 24 jam dan melemah 4,43% dalam sepekan, dengan kenaikan 1,18% pada satu jam terakhir. Kapitalisasi pasar ETH berada di US$ 387,6 miliar.
Aset kripto lain juga kompak anjlok. XRP berada di US$ 2,31, turun 8,08% dalam 24 jam, namun masih mencatat kenaikan 3,74% secara mingguan, dengan penguatan 0,47% dalam satu jam terakhir. Kapitalisasi pasar XRP mencapai US$ 138,9 miliar. BNB diperdagangkan di US$ 921,78, terkoreksi 4,74% dalam 24 jam dan turun 4,77% dalam sepekan, meski naik 0,85% dalam satu jam. Sementara Solana (SOL) berada di US$ 143,72, turun 8,36% dalam 24 jam dan melemah 8,74% secara mingguan, namun naik 1,15% dalam satu jam terakhir.
Pelemahan mayoritas aset kripto dalam satu hari terakhir menunjukkan meningkatnya volatilitas pasar, meskipun adanya rebound kecil dalam perdagangan jangka pendek. Hingga berita ini diturunkan, pasar masih bergerak hati-hati menanti sentimen baru dari regulator maupun pergerakan ekonomi global.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

