Pengguna Pay Later Didominasi Gen Z, OJK Soroti Pentingnya Mengelola Keuangan
JAKARTA, investortrust.id – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi menyoroti soal pentingnya pengelolaan keuangan dengan baik. Hal tersebut ia sampaikan lantaran pengguna pay later di Indonesia didominasi oleh anak muda.
Kepala Eksekuitif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK ini juga mengatakan sebanyak 60% Gen Z pengeluarannya lebih besar, dibandingkan pendapatan. Data tersebut diperoleh dari lembaga survei lembaga independen.
Baca Juga
OJK Catat Total Aset Perbankan Syariah RI Tumbuh 9,8% Jadi Rp 980 Triliun di 2024
"Jadi anak-anak muda sekarang itu berdasarkan hasil survei, lebih besar pasak daripada tiang itu lebih banyak jumlahnya Gen mencapai Y 50% dan Gen Z sebanyak 60%," kata Frederica dalam acara bertajuk "Financial Love Story: Membangun Kesehatan dan Keuangan untuk Masa Depan Indonesia Emas" di Aula Kemenpora, Jakarta, Sabtu (22/2/2025).
Frederica mengungkapkan, survei ini menunjukan bahwa penggunaan pay later didominasi untuk hal-hal konsumtif. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi sangat penting disampaikan. "Ini adalah yang dilakukan oleh OJK untuk melindungi generasi muda terutama dari berbagai hal yang merugikan diri," ucapnya.
Kemudia, dia mengatakan, bahaya apabila pay later tidak dibayar maupun kartu kredit tidak dibayar dengan lancar. Salah satunya akan mempersulit untuk mendapatkan pekerjaan, jika ada catatan buruk terkait keuangan.
Baca Juga
"Kalau berutang dan macet, terutama pay later atau kartu kredit dan lain-lain, itu masuk di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Nanti kalau kalian daftar kerja suruh ada catatan SLIK-nya seperti apa dan akan dilihat. Kalau ada catatan buruk keuangan tentu akan kesulitasn untuk mendapatkan pekerjaan," ungkapnya.
Selain itu Frederica mengingatkan tentang bahaya pinjaman online (Pinjol) dan judi online. Ia mengungkapkan, dalam satu tahun OJK sudah menutup 4.300 layanan pinjol ilegal. "Modusnya bermacam-macam, bisa transfer langsung ke rekeningmu, bisa tiba-tiba nggak ngajuin tiba-tiba dapat pinjaman, atau kemudian utang yang bunganya berlipat ganda dan seterusnya. Jadi ini bahaya sekali, makanya bagus sekali generasi muda harus melek keuangan," tuturnya. (C-14)

