OJK: Pembiayaan Motor dan Modal Kerja Multifinance Tumbuh hingga April 2026
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan pembiayaan modal kerja menunjukkan pertumbuhan positif hingga April 2026. Namun demikian dinamika perekonomian saat ini berpotensi memengaruhi permintaan maupun kualitas pembiayaan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda dua baru maupun bekas masih meningkat pada awal tahun ini.
“Penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda dua baru dan bekas pada April 2026 meningkat 2,74% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 113,07 triliun,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (22/6/2026).
Baca Juga
OJK Sebut Kenaikan Penjualan Mobil Turut Dongkrak Pembiayaan Kendaraan di Multifinance
Meski demikian, Agusman mengakui industri multifinance masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor. Salah satunya adalah dinamika perekonomian yang berpotensi memengaruhi permintaan maupun kualitas pembiayaan.
Menurutnya, perusahaan pembiayaan perlu terus memperkuat manajemen risiko, meningkatkan analisis kredit, serta menjaga prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan pembiayaan tetap terjaga. Selain pembiayaan kendaraan bermotor, OJK mencatat pembiayaan alat berat mencapai Rp47,04 triliun pada April 2026.
Dari sisi wilayah, peningkatan penyaluran pembiayaan alat berat terbesar terjadi di Provinsi Papua Barat dengan nilai pembiayaan mencapai Rp10,16 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp2,02 miliar.
Baca Juga
Meski Risiko UMKM Meningkat, OJK Optimistis Pembiayaan Produktif Pindar Tetap Tumbuh
Sektor pertambangan dan penggalian menjadi pengguna terbesar pembiayaan alat berat. Nilai pembiayaan yang disalurkan ke sektor tersebut mencapai Rp26,34 triliun atau setara 56,01% dari total pembiayaan alat berat nasional.
Sementara itu, berdasarkan jenis penggunaan, pembiayaan multiguna masih menjadi kontributor terbesar industri multifinance. Hingga April 2026, pembiayaan multiguna tercatat sebesar Rp258,73 triliun atau tumbuh 2,39% secara tahunan.
Di sisi lain, pembiayaan modal kerja mencatat pertumbuhan tertinggi di antara tiga kategori utama pembiayaan. Nilainya mencapai Rp55,22 triliun atau meningkat 10,64% (yoy).
Baca Juga
OJK Catat 184 Usaha Gadai Ilegal Masih Beroperasi di Indonesia
Adapun pembiayaan investasi tercatat sebesar Rp167,75 triliun atau mengalami kontraksi 2,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Agusman menilai tantangan yang dihadapi perusahaan pembiayaan pada segmen investasi, modal kerja, maupun multiguna relatif serupa, yakni terkait dinamika perekonomian, kualitas pembiayaan, dan pengelolaan risiko. “Oleh karena itu, perusahaan perlu terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam penyaluran pembiayaan,” kata Agusman.
