Ditopang Pembiayaan Modal Kerja, OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 8% di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pembiayaan industri multifinance masih akan mencatatkan pertumbuhan positif pada 2026. Dengan perkiraan pertumbuhan berada di rentang 6-8% secara year on year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, salah satu faktor utama yang menopang prospek pertumbuhan industri multifinance adalah pembiayaan modal kerja.
“Segmen pembiayaan modal kerja diperkirakan masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan multifinance pada 2026, seiring kebutuhan masyarakat dalam pengadaan barang/jasa dan ekspansi usaha,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, belum lama ini.
Baca Juga
OJK Optimistis Prospek Pembiayaan Multifinance Syariah Masih Cerah di 2026
Menurut Agusman, proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 6%-8% pada 2026 dinilai realistis dengan mempertimbangkan target industri dan kondisi perekonomian nasional.
“Untuk mencapainya, perusahaan perlu mengoptimalkan potensi sektor dan wilayah yang prospektif dengan tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko,” katanya.
Dari sisi kinerja, hingga Januari 2026 penyaluran pembiayaan baru industri multifinance mencapai Rp 78,16 triliun. Pembiayaan tersebut masih didominasi oleh segmen multiguna dengan porsi 47,47%.
Secara nominal, pembiayaan multiguna mencapai Rp 37,10 triliun, diikuti pembiayaan investasi sebesar Rp 18,72 triliun dan pembiayaan modal kerja Rp 17,04 triliun.
Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Januari 2026, nominalnya mencapai Rp 21,05 triliun atau tumbuh 39,13% secara year on year (yoy).
Baca Juga
Piutang Pembiayaan Bermasalah Multifinance di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Naik 0,6%
Di lain sisi, pembiayaan kendaraan roda empat juga masih menjadi kontributor penting bagi industri multifinance. Pada periode 2022 hingga 2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat tercatat tumbuh rata-rata 6,80% (yoy).
Per Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat mencapai Rp 229,43 triliun. Menariknya, segmen kendaraan roda empat bekas mencatat pertumbuhan rata-rata yang lebih tinggi, yaitu sebesar 12,75% (yoy).
“Perusahaan dapat mengoptimalkan kedua segmen dengan memperluas jaringan dan menjaga kualitas pembiayaan.” Ucap Agusman.
Perbaikan pasar otomotif di awal tahun, lanjut dia, juga menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pembiayaan kendaraan sepanjang 2026.
Meski begitu, Agusman menilai bahwa dinamika kontraksi yang terjadi pada sebagian perusahaan pembiayaan turut dipengaruhi oleh kondisi pasar serta strategi bisnis masing-masing perusahaan. OJK terus memantau perkembangan tersebut melalui data dan laporan industri secara berkala.

