KUR Perumahan Bisa Jadi Motor Ekonomi, Ini Pesan Menteri Ara ke Hipmi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan kredit usaha rakyat (KUR) perumahan dapat menjadi pendorong penting pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini diharapkan tidak hanya membantu sektor hunian, tetapi memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta pada Rabu (3/9/2025). Ia meminta para pengusaha muda segera memanfaatkan KUR perumahan sebagai instrumen untuk meningkatkan skala usaha sekaligus mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Baca Juga
Mantan Menteri Perumahan Rakyat Beberkan Asal-usul FLPP, Terinspirasi dari AS
“Saya yakin adanya KUR perumahan akan membantu para pengusaha untuk lebih berkembang dan maju serta mendorong tingkat perekonomian Indonesia. Saya minta Hipmi bisa memanfaatkan KUR perumahan ini untuk meningkatkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Maruarar dilansir Antara.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Akbar Himawan Buchari. Ia menyatakan Hipmi siap mendukung sosialisasi KUR perumahan agar segera dimanfaatkan oleh anggota organisasi, khususnya UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan.
Menurut Akbar, skema KUR perumahan sangat menarik bagi pelaku usaha karena pemerintah memberikan suku bunga hanya 5%. Dukungan tersebut dinilai akan membantu pengusaha mengembangkan bisnis sekaligus mempercepat realisasi pembangunan hunian.
“Adanya program perumahan, seperti KUR perumahan ini sangat menarik dengan suku bunga 5%. Tentunya akan membantu pengusaha mengembangkan usahanya,” kata Akbar.
Kolaborasi lintas asosiasi
Hipmi juga berkomitmen menjalin kerja sama dengan Himpunan Pengembangan Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), serta Real Estat Indonesia (REI). Kolaborasi ini bertujuan memastikan implementasi program KUR perumahan tepat sasaran, baik dalam mendukung UMKM maupun menyediakan hunian yang layak bagi para pekerja.
Baca Juga
Atasi Backlog Perumahan, DPR Minta Penguatan Kepemimpinan dan SDM BP Tapera
Dalam sisa masa bakti kepengurusan sekitar 6 bulan, Hipmi menargetkan sebanyak mungkin anggotanya dapat memanfaatkan program tersebut. Saat ini, sekitar 70% anggota Hipmi berasal dari sektor UMKM yang berpotensi menjadi penerima manfaat langsung dari KUR perumahan.
Akbar optimistis program ini mampu memberikan manfaat ganda, yakni memperkuat sektor perumahan nasional sekaligus melahirkan lebih banyak pengusaha baru di Indonesia.

