2.000 Mahasiswa dan Akademisi Dikirim ke 154 Kawasan Transmigrasi, AHY Pesan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pesan penting kepada 2.000 orang -mahasiswa dan akademisi- yang akan diberangkatkan ke 154 wilayah transmigrasi dalam program Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi.
“Sebentar lagi tim (ekspedisi patriot) ini akan diberangkatkan, pesan saya adalah mari kita benar-benar fokus pada misi kita yang telah ditetapkan, menjalankan riset sekaligus untuk mengetahui, memetakan potensi ekonomi. Setiap daerah memiliki keunikan, baik potensi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, industri manufaktur, hingga ekonomi kreatif dan pariwisata,” kata AHY dalam acara "Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot" di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara, memaparkan bahwa program ini menjadi rekor tertinggi Kementerian Transmigrasi di era Kepresidenan Prabowo Subianto dengan mengirim para intelektual bangsa Indonesia ke seluruh penjuru Tanah Air.
“Hari ini kita akan melepas sebuah pasukan intelektual terbesar yang pernah dikirimkan oleh Kementerian Transmigrasi. Sebanyak 2.000 personel terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan guru besar,” ungkap Iftitah.
Baca Juga
Menteri Transmigrasi: Ekspedisi Patriot Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Pengabdian di Lapangan
Iftitah turut menyampaikan, Tim Ekspedisi Patriot akan bertugas selama 4 bulan penuh di 154 kawasan transmigrasi dengan misi mulia, seperti riset pemetaan potensi ekonomi di setiap daerah untuk menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Tim ini adalah advance team, pasukan pendahulu dari transmigran patriot yang insyaallah tahun depan akan kita terjunkan langsung untuk mengembangkan potensi ekonomi, memberdayakan transmigran dan masyarakat lokal, mempercepat pemerataan pembangunan, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional,” jelas dia.
Kementerian Transmigrasi melepas 2.000 mahasiswa dan akademisi lulusan S1, S2, S3, dan D4 untuk melakukan penelitian terkait lokasi transmigrasi. Ribuan orang tersebut tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot yang akan dikirim ke 154 lokasi tujuan transmigrasi di seluruh Indonesia. Tim tersebut terdiri dari 400 lulusan S2/S3, 578 lulusan S1 dan 1.022 mahasiswa S1 yang sedang Magang Merdeka Belajar atau melaksanakan tugas akhir.
Lokasi-lokasi tersebut tersebar mulai Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan dan Papua.
Baca Juga
Kementerian ATR/BPN Siapkan Lahan 2 Hektare per Transmigran di Era Prabowo
Adapun beberapa perguruan tinggi yang menjadi mitra, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), hingga Universitas Diponegoro (Undip).
Nantinya, tim tersebut memiliki tujuan utama untuk melakukan riset dan aksi di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi. Tujuan utamanya adalah menghasilkan produk riset terapan untuk pengembangan kawasan, menghubungkan dunia akademik dengan kebijakan pembangunan dan membangun model ekosistem transmigrasi yang inklusif dan berkelanjutan.

