Menteri Transmigrasi: Ekspedisi Patriot Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Pengabdian di Lapangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara mengungkapkan bahwa esensi pelepasan Ekspedisi Patriot bukan seremoni semata, melainkan pelaksanaan tugas nyata di lapangan. Hal tersebut disampaikan dalam acara "Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot", di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, meski terjadi perubahan jadwal dan tidak jadi dilepas langsung Presiden Prabowo Subianto, hal tersebut tidak mengurangi makna dan tujuan utama kegiatan tersebut.
“Kadang-kadang kita juga harus berani ambil risiko. Memang tidak sesuai ekspektasi, yang tadinya akan dilepas oleh Bapak Presiden (menjadi) oleh menko, tetapi tidak mengurangi makna. Esensinya adalah kita bertugas ke lapangan, lalu betul-betul melakukan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Iftitah, di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Ia menjelaskan, dinamika perubahan jadwal merupakan hal wajar mengingat padatnya agenda kenegaraan. Pihaknya memilih tetap melaksanakan pelepasan ekspedisi pada 25 Agustus tanpa harus menunggu lebih lama lagi.
Selain itu, Iftitah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan hak-hak peserta terpenuhi, termasuk uang saku dan kelengkapan seragam yang sempat terkendala proses distribusi.
“Saya tadi malam panggil Pak Dirjen tolong pastikan betul hak-haknya itu di-deliver kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot. Beliau (dirjen) sudah janji kepada saya untuk mengawal itu,” katanya.
Iftitah juga menyampaikan permohonan maaf karena hingga saat ini masih ada 800 celana seragam yang belum terdistribusi akibat proses pengadaan yang harus melewati mekanisme tender.
“Saya mohon maaf, karena untuk celana yang harusnya sudah terdistribusi, baru terdistribusi 1.200, masih ada 800 lagi yang belum. Namun, kalau jaket, karena kalau di beberapa tempat cukup dingin, terus kemudian baju, kemeja, kemudian celana, sepatu, nanti semua Insha Allah mendapatkan,” ucap dia.

