Kemenperin - Kementrans Godok Peta Jalan untuk Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) bersama Menteri Transmigrasi Iftitah S Suryanagara akan menggodok peta jalan pengembangan kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi (KETT) guna memperkuat basis industri di sejumlah wilayah transmigran.
Demikian disampaikan AGK dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait Pengembangan Industri Kawasan Transmigrasi.
"Ini permulaan dari journey yang panjang, dan jangan sampai MoU ini hanya menjadi suatu yang diawang-awang. Dan mungkin dalam waktu dekat, kita bisa membuat roadmap untuk daerah-daerah transmigrasi yang bisa dikawinkan dengan sumber daya alam. Ke depan, kita juga perlu melibatkan secara aktif Kepulauan Kawasan Industri untuk bisa diimplementasikan," kata AGK di kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, kawasan tersebut akan dipetakan secara ilmiah melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni perguruan tinggi.
Dikatakan AHY, pemetaan tersebut ditujukan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi di setiap kawasan transmigrasi.
Sementara itu, Menteri Iftitah menambahkan, pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Menurut Iftitah, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,8 triliun untuk mendukung pengembangan di seluruh kawasan.
Iftitah juga menuturkan, roadmap pengembangan kawasan transmigrasi diarahkan berbasis industri. Misalnya di Desa Salor, Merauke, Papua Selatan, kawasan transmigrasi akan disinergikan dengan proyek strategis nasional (PSN) industri tebu.
Adapun beberapa pilot project telah berjalan, seperti di kawasan transmigrasi Melolo, Nusa Tenggara Timur.
Kemudian, lanjut Iftitah, rencana pengembangan kawasan transmigrasi Kampung Tanjung Banon, Pulau Rempang, Pulau Galang di Batam, serta Pulau Morotai di Maluku Utara.
Pola kepemilikan lahan ke depan juga dirancang melalui korporasi bersama di bawah Koperasi Merah Putih yang bermitra dengan industri.
“Dengan model bisnis ini, masyarakat akan memperoleh dua keuntungan, baik sebagai pekerja dengan penghasilan bulanan maupun pemegang saham yang mendapat dividen,” jelas Iftitah.

