Prabowo Anggarkan MBG Rp 355 Triliun pada 2026, Tak Ada untuk SPPG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyampaikan, pemerintah tidak akan membangun satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tahun depan.
Ihwal itu, anggaran jumbo program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 335 triliun akan difokuskan pada pemenuhan gizi makanan yang akan diberikan pada penerima manfaat.
Baca Juga
Program MBG Bakal Dikebut Tahun 2026, Serapan APBN Ditargetkan Rp 25 Triliun per Bulan
"Kita sudah enggak ada infrastruktur (SPPG). Infrastruktur itu diselesaikan tahun ini dan itu semuanya mitra, 90% mitra. Yang Kementerian PU (kontribusi pembangunan SPPG) cuman 5%," kata Dadan seusai konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di kantor Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Sebelumnya, Dadan menjelaskan, target penerima manfaat MBG sebanyak 82,9 juta hingga akhir tahun ini akan disokong kehadiran 24.000 unit SPPG.
Menurut dia, saat ini 5.885 unit SPPG telah beroperasi penuh dengan 19.000 unit SPPG tambahan yang dikebut penyelesaiannya pada Oktober 2025. Adapun pembangunan satu unit SPPG tidak kurang Rp 2 miliar.
"Jadi kalau 19.000 tambah 5.800, itu kurang lebih sekitar 24.000. Kalau dikalikan masing-masing Rp 2 miliar saja, itu angka Rp 48 triliun uang yang sudah beredar di masyarakat, itu bukan APBN," ujar Dadan.
Dadan optimistis dengan tambahan anggaran untuk program MBG Rp 335 triliun akan mempercepat kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.
Baca Juga
BGN Punya Kelebihan Dana MBG Rp 50 T, Akan Digunakan untuk Apa?
Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan kenaikan anggaran program MBG pada 2026. Ia menyebut akan mengalokasikan APBN sebesar Rp 335 triliun untuk program prioritas tersebut.
"Anggaran untuk MBG tahun 2026 kami alokasikan sebesar Rp 335 triliun," ujar Prabowo saat membacakan Nota Keuangan di gedung parlemen melalui pantauan youtube TV Parlemen, Jumat (15/8/2025).

