Menteri Nusron Ungkap Hampir 15 Ribu Hektare Tanah Siap Dibangun Perumahan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan, 14.490 hektare (ha) atau hampir 15.000 ha tanah siap dieksekusi untuk dibangun perumahan.
''Ada sekitar 73.432,43 hektare tanah yang dapat dimanfaatkan untuk perumahan. Dari jumlah tersebut ada sekitar 14.490 hektare sudah ditetapkan dan siap untuk dieksekusi,'' papar Nusron dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Realestat Indonesia, dikutip Rabu (23/4/2025).
Nusron menambahkan, para pengembang bisa membeli tanah-tanah tersebut melalui sistem lelang di Badan Bank Tanah.
''Tanah tersebut tersebar di Aceh, Banten, dan beberapa daerah lain. Ini sedang kami susun semua, dan tanah ini akan kami serahkan ke Bank Tanah, selanjutnya Bapak-ibu bisa langsung ke Bank Tanah,'' jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian ATR/BPN telah membukukan sebanyak 864.662 ha tanah siap digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan, permukiman layak huni, dan beberapa program prioritas Presiden Prabowo Subianto lainnya.
“Kami memiliki 854.662 hektare cadangan tanah terlantar dan tambahan 10.000 hektare tanah hasil konversi dari Hak Guna Usaha (HGU) ke Hak Guna Bangunan (HGB) akibat perubahan tata ruang,” kata Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid beberapa waktu lalu.
Menurut Nusron, sebanyak 209.780 dari 864.662 ha akan dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Langkah ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan lahan pertanian yang cukup untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan,” tambah dia.
Selain itu, lanjut Nusron, tanah seluas 567.585 ha juga dialokasikan untuk program transmigrasi. “Lahan ini akan diserahkan kepada Kementerian Transmigrasi untuk mendukung relokasi penduduk ke wilayah-wilayah baru, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, sekaligus mengurangi tekanan penduduk di daerah padat,” ujar dia.
Menteri Nusron menambahkan, lahan seluas 87.297 ha nantinya dialokasikan untuk pembangunan permukiman demi mewujudkan tercapainya program pembangunan 3 juta rumah.
“Kami rasa untuk program 3 juta rumah, ketersediaan tanah tidak ada masalah. Kemarin juga sudah kami laporkan kepada menteri terkait, dan semua berjalan dengan lancar,” ucapnya.

