Ada 2 Juta Pengecer LPG Belum Terdaftar Jadi Sub-Pangkalan
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Pertamina Patra Niaga mengungkapkan saat ini masih ada 2 juta pengecer yang belum resmi terdaftar sebagai sub-pangkalan LPG 3 kg. Meski begitu, mereka tetap diperbolehkan untuk menjual barang subsidi tersebut.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menyampaikan, saat ini sebetulnya telah ada 370.000 sub-pangkalan yang terdaftar secara resmi. Namun, pihaknya akan membantu para sub-pangkalan yang belum terdaftar tersebut agar bisa segera terdigitalisasi oleh sistem Pertamina.
“Untuk sub pangkalan-sub pangkalan yang memang sudah mulai beroperasi tapi belum terdaftar itu akan tetap kami support dan besarnya itu ada di angka sekitar lebih kurang 2 juta,” kata Riva dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Dia menerangkan, saat ini sub-pangkalan yang belum terdaftar tersebut sedang dalam proses pendaftaran tanpa adanya pengurangan aktivitas operasional. Dengan demikian, mereka tetap diperbolehkan menjual LPG 3 kg.
Baca Juga
Pemerintahan Diminta Segara Maksimalkan Jargas untuk Kurangi Beban Akibat Impor LPG
Hal ini dimaksudkan agar pendistribusian LPG subsidi tetap berjalan lancar di berbagai wilayah. Apalagi, pada saat bulan Ramadan dan Idulfitri yang jatuh pada Maret-April 2025 mendatang diprediksi bakal terjadi peningkatan konsumsi LPG oleh masyarakat.
“Kami memastikan bahwa khususnya di masa pelayanan Ramadan-Idulfitri, pelayanan untuk LPG 3 kg akan berjalan dengan lancar Insya Allah,” ujar Riva Siahaan.
Pertamina memprediksi konsumsi LPG bakal mengalami peningkatan sebesar 6,7% dibandingkan dengan hari normal, yakni dari 28.412 metrik ton (MT)/hari menjadi 30.926 MT/hari.
“Untuk LPG di periode Ramadan dan Idulfitri kami memprediksi akan ada peningkatan sebesar 6,7% jika kita bandingkan di situasi normal di bulan Januari. Kenapa kami tidak membandingkan dengan Februari? Karena secara jumlah hari Februari ini berbeda,” jelas dia.
Baca Juga
Sentil Permainan Harga LPG 3 Kg, Bahlil: Saya Sebagai Mantan Orang Miskin Tak Rela

